Selasa, 27 Oktober 2009 20:50 WIB Solo Share :

Konservasi Masjid Agung jangan ubah desain asli

Solo (Espos)–Pemerintah Kota (Pemkot) Solo diingatkan supaya konservasi Masjid Agung Solo yang sedang dalam tahap perencanaan, tidak mengubah desain asli bangunan.

Alasannya, masjid kebanggaan wong Solo tersebut termasuk bangunan cagar budaya kategori living monumen atau monumen hidup. Pernyataan tersebut disampaikan pegawai Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah (Jateng) di Masjid Agung Solo, Mustakim, 42, saat ditemui Espos di Kantor Tata Usaha masjid itu, Selasa (27/10).

“Masjid ini telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya kategori living monumen. Sehingga desain konservasi atau renovasi harus tidak meninggalkan bangunan aslinya. Termasuk juga material bangunan mesti memprioritaskan jenis yang sama dengan bahan sebelumnya,” ujar dia menanggapi rencana konservasi Masjid Agung yang menurut Walikota Joko Widodo (Jokowi) akan meliputi penataan bangunan dan kawasan itu.

Mustakim menjelaskan, ketentuan tersebut berdasar Undang-undang (UU) Nomor 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya (BCB). Namun saat ditanya Espos tentang konsekuensi bila konservasi masjid mengabaikan desain awal, dia mengaku tidak tahu persis. Dia hanya menyarankan supaya desain konservasi yang disusun dikonsultasikan kepada BP3. “Bila merujuk pada desain yang telah ditetapkan 2004 lalu, setahu saya desain itu sudah dikonsultasikan. Tapi saya tidak tahu persis,” imbuhnya.
Mustakim mencontohkan, berdasar desain 2004, atap serambi Masjid Agung yang selama ini menggunakan sirap dari bahan kayu ulin akan diganti dengan metaruf yang menggunakan bahan aluminium atau tembaga. Rencana pengubahan atap masjid tersebut menurut dia dapat dilakukan bila memang sirap sudah sulit didapat. Di sisi lain laki-laki yang telah bertugas di Masjid Agung itu berharap konservasi dapat segera dilaksanakan.

“Negara (pemerintah pusat-red) juga harus memikirkan. Apalagi mengingat fungsi masjid dalam upaya pembinaan spiritual bangsa,” papar dia.
kur/trh

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI & KEUANGAN BISNIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pilkada, Demokrasi, dan Hantu Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (17/01/2018) dengan judul Demokrasi Kita dan Hantu Politik. Esai ini karya Muhammad Fahmi, dosen di IAIN Surakarta dan Doktor Kajian Budaya dan Media. Alamat e-mail penulis adalah fahmielhalimy@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Tahun 2018 sering dijuluki…