Selasa, 27 Oktober 2009 18:16 WIB News Share :

DPR
Gaji menteri jangan dipolitisasi

Jakarta–Ketua DPR RI Marzuki Alie meminta agar wacana kenaikan gaji menteri tidak dipolitisasi dan semua pihak diharapkan bersikap realistis dalam menanggapi masalah tersebut.

“Janganlah masalah ini dipolitisasi, kita realistis saja. Jangan menilai sesuatu berdasarkan senang atau tidak, setuju atau tidak setuju,” katanya di Jakarta, Selasa (27/10).

Marzuki menilai, rencana kenaikan gaji menteri jangan dicurigai oleh parpol, apalagi sudah 5 tahun gaji menteri tidak mengalami kenaikan.

“Jadi sesuatu hal yang wajar seorang menteri mendapat gaji yang layak mengingat tanggung jawab yang diemban sangat berat. Sekarang saya tanya, boleh gak gaji menteri naik. Saya tidak bicara angka tapi sudah lima tahun gaji tidak naik,” tambahnya.

Lebih jauh, Sekjen Partai Demokrat itu menambahkan, gaji pegawai negeri sipil (PNS) saja setiap tahun naik, sedangkan inflasi terus terjadi, barang-barang harganya juga terus naik.

“Kita tahu menteri itukan bekerja untuk negara, jadi tanggung jawabnya besar,” tegasnya.

Marzuki menambahkan, beban kerja menteri yang berat merupakan pertimbangan lain bahwa kenaikan gaji merupakan suatu hal yang wajar.

“Dengan gaji yang pantas, seorang menteri harus bisa mempertanggungjawabkan kinerjanya kepada rakyat dan tidak ada alasan bagi para menteri untuk macam-macam,” terangnya.

Oleh karena itu, lanjut Marzuki, kontrak kerja menjadi penting dan sebagai tolok ukur seorang menteri.

“Tidak bisa memenuhi kontrak kerja, maka seorang menteri harus mundur. Jadi reward and punishment-nya harus jelas,” katanya.

ant/fid

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…