Selasa, 27 Oktober 2009 15:21 WIB News Share :

Belasan pelajar terjaring razia di Warnet

Grobogan (Espos)–Belasan pelajar dari SMP, SMA dan SMK di Kota Purwodadi, Selasa (27/10), terjaring razia yang digelar Polres Grobogan. Mereka terjaring saat asyik menikmati layanan Internet di Warnet depan SMA Negeri I Purwodadi.

Menurut Kapolres Grobogan Drs Isnaeni Ujiarto melalui Kabag Bina Mitra Kompol Tukimin, razia ini digelar setelah polisi menerima informasi banyaknya pelajar yang bolos sekolah saat jam pelajaran berlangsung.

“Salah satu lokasi yang sering digunakan pelajar untuk bolos adalah Warnet. Makanya hari ini kita razia pelajar yang ngumpet di Warnet saat jam sekolah,” paparnya.

Belasan pelajar yang tidak menyangka bakal ada razia di Warnet, tak bisa berbuat banyak. Mereka tak bisa menghindar ketika harus dinaikan ke truk dan dibawa ke Mapolres Grobogan.

Tidak hanya dibawa dan didata di Mapolres Grobogan, polisi juga memeriksa handphone (HP) yang dibawa pelajar tersebut. Namun setelah diteliti satu persatu, polisi tidak menemukan adanya foto maupun film porno.

“Ada 15 pelajar, dua di antaranya pelajar sebuah SMP Negeri di depan Polres Grobogan. Sedang 13 pelajar lainnya, tiga di antaranya pelajar puteri dari SMA Negeri favorit, SMK dan SMA swasta,” terang Tukimin.

Setelah didata dan mendapat pengarahan dari Kabag Bina Mitra, 15 pelajar yang terjaring razia dijemur di halaman belakang Mapolres Grobogan untuk mendapat pembinaan dari Brigadir Agus Salim dan Brigadir Triyoso.

rif

lowongan pekerjaan
Kepala Produksi, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…