Selasa, 27 Oktober 2009 12:15 WIB News Share :

5 Orang tewas tertimbun longsor

Pati–Bencana tanah longsor di Desa Kedung Winong, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Senin (26/10) malam, menewaskan lima orang dan mengakibatkan tiga rumah rusak berat.

Salah seorang warga sekitar, Suwandi, di Pati, Selasa (27/10), mengatakan, tanah longsor terjadi sekitar pukul 22:00 WIB, diawali dengan suara gemuruh dan hujan yang cukup deras.

“Setelah itu, terdengar suara benturan benda keras,” ujarnya.

Saat mendatangi lokasi kejadian, katanya, tiga rumah warga RT 5 RW 1 mengalami rusak parah karena tertimpa longsoran tanah kapur dan batu yang berukuran besar dari perbukitan tanah kapur.

Ketiga rumah warga yang mengalami kerusakan cukup parah yakni, milik Karwoto, Sutar, dan Kuntini, merupakan satu keluarga.

Sedangkan korban meninggal, yakni Kuntini (istri Sutar), Sutikno (putra Kuntini), Suprihati dan Narti menantu Kuntini, serta Pungki siswi yang masih duduk di bangku SMP (cucu Kuntini ).

“Pungki, kebetulan menginap di rumah kakeknya, karena kedua orangtuanya sedang bekerja di Yogyakarta,” ujar Sutarman, tetangga korban.

Ia mengatakan, beberapa korban meninggal yang masih satu keluarga itu, saat kejadian ada yang sedang menonton televisi, beberapa orang di antaranya sedang tidur.

Akibatnya, saat bukit tanah kapur di belakang rumah para korban mengalami longsor, kelima orang korban tidak mampu menyelamatkan diri.

“Hanya Sutar dan cucunya bernama Hilal, putra Sutikno yang berhasil selamat,” ujarnya.

Selain menimbulkan korban lima orang meninggal, seekor kuda milik Sutar juga tidak bisa diselamatkan, karena tertimpa reruntuhan tanah dan bebatuan kapur.

Berdasarkan pengamatan di tempat kejadian, perbukitan tanah kapur di belakang rumah kelima korban meninggal, sejak delapan tahun ditambang untuk bahan bangunan.

Penambangan serupa hampir terlihat di beberapa lokasi di Desa Kedung Winong.

ant/fid

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…