Senin, 26 Oktober 2009 11:48 WIB Ah Tenane Share :

Tiwas antre...

2610ahtenaneLebaran kemarin, Jon Koplo dan istrinya berniat mudik ke Wonogiri. Namun berhubung mereka punya bayi dan tidak tega kalau anaknya harus digendong naik motor atau naik kendaraan umum, Koplo langsung teringat Tom Gembus, tetangganya yang kebetulan punya mobil trontong. Beruntung, Tom Gembus mengizinkan mobilnya dipakai karena merasa kasihan kepada Jon Koplo.
Setelah semua barang-barang dan anak-istri sudah naik ke mobil, Koplo langsung mancal gas menuju Wonogiri. Namun di tengah perjalanan Koplo merasa ada yang tidak beres dengan mobil yang ditumpanginya. Ia susah untuk menambah gigi atau mengoper persneling.
”Wadhuh, piye ta ini mobil, masak giginya ditambah kok nggak mau masuk?” Koplo gemremeng sendiri.
Takut kerusakan akan lebih parah, akhirnya ia memutuskan untuk mencari bengkel terdekat. Namun setelah menemukan bengkel mobil, ia harus mengantre lama karena banyak mobil yang masuk ke bengkel tersebut.
Tak terasa waktu pun sudah menjelang sore, dan akhirnya giliran mobil Koplo yang akan diservis.
”Rusak apanya, Mas?” tanya pegawai bengkel itu.
”Itu lho Mas, persnelingnya nggak bisa ditambah. Susah masuknya.”
Kemudian montir bengkel itu mencoba mobilnya.
”Nggak apa-apa kok, Mas. Tadi tak masukkan persnelingnya lancar-lancar saja.”
”Tapi saya tadi kalau mau pindah ke gigi empat susah Mas, nggak bisa masuk,” jawab Koplo mempeng.
Karuan saja jawaban Koplo ini membuat semua pegawai bengkel dan pengunjung yang masih antre tertawa ngakak.
”Kenapa Mas, kok malah pada ketawa?”
”He, Mas! Yang namanya mobil trontong itu nggak ada gigi empatnya. Persnelingnya cuma sampai tiga.”
Mendengar penjelasan itu, Koplo hanya cengingas-cengingis sambil ngeplak bathuk, ”Oalah, tiwas antri limang jam…”  Kiriman Iksan Sabari, Ngaglik RT 03/RW VI, Kebayan 3, Sidorejo, Bendosari, Sukoharjo.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI & KEUANGAN BISNIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…