Senin, 26 Oktober 2009 18:07 WIB Boyolali Share :

Terdakwa pembunuh berantai dituntut hukuman mati

Boyolali (Espos)–Terdakwa kasus pembunuhan berantai asal Kampung Belakan, Kelurahan Siswodipuran, Kecamatan Boyolali, Prakas Agung Nugroho, 28, akhirnya dituntut hukuman mati oleh jaksa penuntut umum (JPU), Senin (26/10). Sementara pihak keluarga Gilang Setiawan, salah satu korban pembunuhan yang diduga dilakukan terdakwa, mengaku puas dengan tuntutan tersebut.

Terdakwa dituntut sesuai dakwaan primer yakni Pasal 340 juncto Pasal 65 ayat 1 KUHP, tentang pembunuhan berencana dalam sidang yang digelar di Pengadian Negeri Boyolali.

Anshar selaku JPU, menyatakan semua unsur yang terdapat dalam dakwaan primer tersebut, yakni barang siapa, dengan sengaja dan terencana terlebih dahulu, merampas nyawa orang lain dan melakukan berbarengan perbuatan sudah terpenuhi.

“Hal yang memberatkan, tindakan terdakwa dilakukan secara sadis, korban masih tetangga dan ada hubungan saudara dengan isteri terdakwa. Hal yang meringankan, tidak ada,” terang Anshar di hadapan majelis hakim yang dipimpin Titik Tedjaningsih SH.

Terdakwa hadir dalam sidang tersebut mengenakan baju koko putih celana hitam. Raut muka pucat terpancar sejak ia memasuki ruang sidang dan duduk di kursi pesakitan. Selama JPU membacakan tuntutannya, kepala korban tertunduk tanpa menunjukkan ekspresi apa-apa. Begitu pula saat pembacaan tuntutan sampai pada besarnya tindak pidana yang dijatuhkan.
kha

lowongan pekerjaan
PT Sejati Cipta Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…