Senin, 26 Oktober 2009 20:43 WIB Pendidikan Share :

Sejumlah sekolah siap jalankan sistem sks

Semarang–Sejumlah sekolah yang tergolong sekolah bertaraf internasional (SBI) dan rintisan SBI (RSBI) di Semarang menyatakan siap menjalankan pola pembelajaran dengan sistem kredit semester (SKS).

Kepala SMA Karang Turi Semarang Irawan Nirwanto di Semarang, Senin mengatakan pihaknya siap untuk melaksanakan pola pendidikan sistem SKS di sekolahnya, kapan pun pemerintah akan mulai menerapkan sistem tersebut.

Menurut dia, program itu merupakan pons positif terhadap program akselerasi yang sudah berlangsung di beberapa sekolah untuk mengapresiasi siswa yang memiliki kecerdasan dan kepandaian akademik.

“Program rintisan untuk menunjang program tersebut juga telah dijalankan di sekolah sejak lama, bahkan tim dari Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) telah meninjau pelaksanaan sistem itu,” katanya.

Ia mengatakan pola pendidikan dengan sistem SKS dapat memfasilitasi siswa yang memiliki kemampuan akademik lebih untuk menyelesaikan studinya dengan lebih cepat. Sedangkan siswa yang kemampuannya kurang, akan lulus lebih lama.

Namun, kata dia, pelaksanaan sistem tersebut juga akan memberikan persoalan lain, terutama menyangkut rasa tanggung jawab siswa yang masih lemah, sehingga dikhawatirkan tujuan yang diinginkan justru tidak tercapai.

“Rasa tanggung jawab untuk ukuran siswa SMA masih belum cukup dibandingkan dengan mahasiswa, karena mereka (siswa SMA) masih memiliki kecenderungan untuk bermain, sehingga dikhawatirkan justru akan lulus lebih lama,” katanya.

Selain itu, menurut dia, apabila ada siswa yang lulus lebih cepat, bagaimana dengan kesempatan mereka untuk mengikuti ujian nasional (UN), apakah pemerintah siap mengadakan UN dua kali dalam setahun.

“Kemudian, apakah mereka (siswa) nantinya dapat ditampung di perguruan tinggi apabila ternyata dapat lulus di pertengahan tahun ajaran. Kalau hal itu bisa diatasi, kami siap menjalankannya,” katanya.

Sebelumnya, Kepala SMA Negeri 3 Semarang Sudjono juga mengatakan siap untuk menerapkan pola pembelajaran dengan sistem SKS, namun ia mengingatkan pemberlakuan sistem itu harus disertai kebijakan pendukung.

Sebab, menurut dia, penerapan pola pembelajaran tersebut memungkinkan siswa lulus di pertengahan tahun ajaran, sehingga tidak mungkin diharuskan menunggu, karena belum ada penyelenggaraan UN pada saat itu.

“Selain itu, kesiapan perguruan tinggi untuk menerima mahasiswa baru juga harus diperhatikan, seiring penerapan pola pengajaran sistem SKS tersebut, agar siswa yang lulus lebih cepat tidak menunggu lama untuk melanjutkan pendidikan,” kata Sudjono.
Ant/tya

lowongan pekerjaan
PT. ATALIAN GLOBAL SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…