Senin, 26 Oktober 2009 19:06 WIB Hukum Share :

Polisi perketat izin dan pengamanan konser di SOlo

Solo (Espos)–Poltabes Solo memperketat perizinan dan pengamanan kegiatan konser musik setelah terjadinya insiden penusukan dalam konser Superman Is Dead (SID) yang menewaskan satu orang.

Kapoltabes Solo Kombes Pol Joko Irwanto melalui Kasatintelkam Kompol Jaka Wibawa saat dihubungi, Senin (26/10), menjelaskan, tidak ada pelarangan konser musik di Solo.

“Kalau kasus yang kemarin (konser SID-red) semuanya sudah sesuai Protap yang ada. Kejadian terjadi setelah konser usai. Yang jelas semuanya akan lebih diperketat. Tidak ada pelarangan,” papar Jaka.

Dia mengatakan, saat ada permohonan izin untuk kegiatan konser musik pihaknya akan melakukan kajian yang mendalam. Saat ditanya mengenai apakah akan dilakukan pelarangan konser musik rock, dia mengatakan, semuanya akan dipelajari terlebih dahulu kegiatannya.
Mengenai akan adanya konser musik di kompleks Stadion Manahan yang akan melibatkan band asal luar negeri, Sabtu (31/10) mendatang, dia mengatakan, izin untuk kegiatan tersebut dikeluarkan oleh Mabes Polri atau dati Polda Jateng.

“Izinnya dari Mabes atau setidaknya Polda. Saat ini izinnya belum turun dan pihak Poltabes hanya sebatas rekomendasi. Tentunya akan dilakukan secara selektif,” terang Jaka. Dia mengungkapkan, rekomendasi kegiatan tersebut telah dikirim ke Polda Jateng, namun saat ini izin kegiatan tersebut belum turun. Jaka menambahkan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan panitia penyelenggara kegiatan tersebut.

Sementara itu, upaya penyelidikan kasus tewasnya seorang mahasiswa UNS, Yuli Widianto, 18, warga Kaliboto, Mojogedang, Karanganyar dalam konser SID di Stadion Sriwedari masih dilakukan aparat kepolisian.
Polisi belum menemukan titik terang siapa pelaku penusukan yang menyebabkan Yuli tewas dan dua orang lainnya yaitu Dwi Martanto, 22, warga Begalon, Laweyan dan Riesa Ramdhani, 19, warga Perum Bumi Graha Indah (BGI) Jaten, Karanganyar luka-luka.
dni

Lowongan pekerjaan
PT. MIC Abadi Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pelayanan Medis Olahraga

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (18/10/2017). Esai ini karya Rumi Iqbal Doewes, dosen di Program Studi Kepelatihan Olahraga Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah king.doewes@staff.uns.ac.id. Solopos.com, SOLO–Pencinta sepak bola Indonesia pantas berduka….