Senin, 26 Oktober 2009 19:53 WIB Solo Share :

Mengapresiasi kolaborasi 3 generasi pembatik di Balekambang

olo (Espos)–Belasan orang seni dari lokal Kota Bengawan, Senin (26/10) terlihat sibuk mempersiapkan sesuatu yang terasa begitu spesial di stand-stand sederhana Gelar Seni Budaya (GSB) Taman Balekambang itu.

Betapa tidak, dari belasan orang itu terdapat sekitar sembilan siswa SMPN 17 Solo yang siap unjuk kebolehan dalam seni membatik. Para siswa berusia belasan tahun itu membatik bersama senior mereka seperti Cande Ayu Sutarto, 64, dan Suparman, 54. Dua nama yang disebut terakhir dikenal masyarakat Solo sebagai pembatik ulung pada era masing-masing yakni 1980 dan 1990-an.

Kendati dipersandingkan dengan pembatik-pembatik kenamaan, para siswa belia tersebut tak patah arang. Dengan tekun dan percaya diri mereka menggoreskan canthing berisi cairan lilin (malam) ke kain putih yang telah diberi motif. Gaya mereka terlihat cukup luwes untuk sekelas pembatik pemula.

“Saat membatik saya bisa mengekspresikan diri. Jadi saat membatik ya mengalir saja dengan siapa pun temannya,” ujar Rifki Aggraeni, 14, siswa kelas III SMPN 17 Solo.

Gadis belia berkerudung putih itu mengaku sudah berulang kali mengikuti event membatik di Kota Solo. Baginya tidak ada masalah aktif dalam kegiatan semacam itu demi melestarikan budaya nenek moyang utamanya batik yang telah diakui duina internasional. Senada, Cande Ayu Sutarto mengaku bangga dengan semangat dan ketekunan generasi muda terhadap seni membatik. Menurut dia, seni membatik harus ditanamkan kepada penerus bangsa melalui intitusi pendidikan baik tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA).

“Jangan sampai budaya kita ditinggalkan dan justru diambil bangsa lain. Generasi muda harus dikenalkan dengan batik sehingga bisa menumbuhka rasa cinta dan memiliki dari mereka,” ungkap dia.

Pada bagian lain, Ketua Panitia GSB Taman Balekambang, Endang Sri Murniyati menjelaskan, GSB merupakan ajang apresiasi seni batik dari generasi tua, muda dan remaja. Tujuannya menurut dia, guna semakin menanamkan kecintaan terhadap batik kepada masyarakat utamanya generasi muda.

kur

lowongan pekerjaan
PT. ATALIAN GLOBAL SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…