Senin, 26 Oktober 2009 20:20 WIB News Share :

FPPP tolak kenaikan gaji menteri

Jakarta–Wacana kenaikan gaji menteri dan presiden ditolak mentah-mentah oleh Fraksi PPP di DPR. Menaikkan gaji menteri dan presiden saat ini dinilai sangat tidak tepat karena kondisi rakyat yang serba susah. Apalagi, kinerja para menteri baru itu belum terlihat.

“PPP menilai gaji menteri belum saatnya dinaikkan. Buktikan dulu kinerja, setidaknya 100 hari ke depan,” kata Sekretaris FPPP Romy Romahurmuziy, Senin (26/10).

Menurut wakil sekjen DPP PPP ini, kenaikan gaji di tengah-tengah kenaikan harga sembako yang mendera rakyat kecil kurang menunjukkan empati pemimpin sejati.

“Apalagi untuk memenuhi biaya-biaya dalam kerangka tugas negara, menteri masih memiliki tunjangan operasional sekita 100 juta rupaih per bulan yang penggunaannya sangat fleksibel,” paparnya.

Menurut Romy, sebagai eksekutor kebijakan publik, para menteri masih memiliki ruang diskresi yang sangat leluasa dari APBN yang dikelola instansi lembaganya.
dtc/tya

Lowongan Pekerjaan
QUALITY CONTROL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…