Minggu, 25 Oktober 2009 20:10 WIB Solo Share :

Ultah Balekambang ke-88 Pesona Taman Balekambang di usia ke-88 dimeriahkan dengan berbagai atraksi kesenian

Solo (Espos)–Pada Minggu (25/10), suasana Taman Balekambang tampak dipadati ribuan pengunjung. Di lokasi yang dibangun Kanjeng Gusti Adipati Mangkunegoro VII tersebut, mereka tampak asyik bercengkrama bersama rekan dan kerabatnya. Salah satu alasan yang membikin mereka betah berlama-lama di taman yang dipenuhi pepohonan rindang  tersebut kerena ada tontonan kesenian yang bisa menyegarkan pikiran.

Aneka pertunjukan seni yang dikemas dalam perhelatan Gelar Seni Budaya Taman Balekambang 2009 menampilkan pentas musik hingga ketoprak. Siang itu, puluhan siswa Sanggar Seni Metta Budaya dan Semarak Candra Kirana yang memakai kostum tradisional, berlarian dan bermain jamuran di atas rerumputan. Tawa lepas dan ekspresi kegembiraan pun terpancar pada raut wajah puluhan anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar tersebut.

Sementara di panggung mungil yang dibangun di tengah taman, belasan personel OK Mimosagitana mendendangkan lagu-lagu keroncong klasik. Seperti Galungung, Yogya Priyangan, Segenggam Harapan, dan Pepito.
Kerumunan warga juga terlihat di emperan Gedung Ketoprak. Di tempat itu  penyungging dan penatah wayang kulit dari Barada Art Shop mempertontonkan aksinya. Dengan kelihaian dan ketarmpilan tangannya, sosok Ajuna, Bima, dan tokoh-tokoh wayang kulit dipercantik dengan ukiran dan pewarna. Aneka stan makanan dan handycraft juga tampak memenuhi sudut-sudut Taman Balekambang.

“Taman Balekambang sekarang sudah berubah jadi bagus, nggak seperti dahulu yang kesannya menyeramkan,” ujar Endah Sriyanti, penyanyi OK Mimosagitana kepada Espos. Wanita berusia 43 tahun yang tinggal di kawasan Sumber, Banjarsari tersebut mengaku banyak menyimpan memori akan kondisi Taman Balekambang dari tahun ke tahun. Pada masa kecilnya, dia sering melihat lomba tarung ayam jago di kawasan tersebut.

“Sebelum direvitalisasi, saya takut sekali kalau lewat taman itu. Kesannya tertutup. Kalau sekarang benar-benar jadi cantik, apalagi saat ini seniman-seniman bisa pentas lagi di sini,” cetus dia.

Di usianya yang ke-88 tahun, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Solo sengaja mempersolek pesona taman yang berdiri pada 26 Oktober 1921 tersebut dengan berbagai atraksi kesenian. Hal itu sekaligus memperkuat citra Taman Balekambang sebagai salah satu pusat seni dan budaya di Kota Bengawan.

“Persiapan untuk menggelar perayaan ulang tahun Taman Balekambang yang ke-88 ini memang mendadak. Kami juga mengandalkan sponsor untuk penggalian dana, karena tak ada anggaran khusus dari APBD,” beber Kepala UPTD Kawasan Wisata dan Maliawan Disbudpar Solo, Endang Sri Murniati kepada wartawan.

hkt

lowongan pekerjaan
PD.BPR BANK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…