Minggu, 25 Oktober 2009 16:50 WIB Boyolali Share :

Serangan hama kutu putih semakin mengkhawatirkan

Boyolali (Espos)–Serangan hama kutu putih yang menyerang tanaman pepaya di Kabupaten Boyolali sejak Mei lalu sudah pada taraf mengkhawatirkan. Hama yang muncul akibat anomali musim ini menyerang lebih dari 50 persen dari 45.136 batang papaya yang tumbuh lahan seluas 400 hektare di Boyolali. Petani papaya pun mengalami kerugian sangat besar.

Menurut Kabid Tanamang Pangan Hortikultura dan Usaha Tani, Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbunhut) Kabupaten Boyolali, Parwoto, wabah kutu putih ini muncul akibat perubahan cuaca. Untuk memberantasanya, kata dia, cukup dengan disemprot dengan air sabun maka kutu itu akan mati. Namun cepatnya hama itu berkembang biak menyulitkan petani untuk mengendalikan.

“Hama ini dari dulu sudah ada dan menyerang ketela, namun kini berkembang menyerang papaya. Ini dimulai pada Mei lalu ketika masih turun hujan, saat itu telur hama itu berkembang. Setelah Mei sudah masuk musim panas, mereka pun menyerang tanaman pepaya untuk mengisap air,” papar Parwoto.

Hama kutu putih awalnya menyerang daun pepaya untuk mengisap cairan hingga daunnya keriting dan mati. Setelah daun habis, hama itu menyerang batang hingga akhirnya tanaman secara keseluruhan mati. Kutu ini akan hilang dengan sendirinya jika hujan turun yang membuatnya rontok dan mati.

Dua kecamatan yang dikenal sebagai penghasil pepaya terbesar di Boyolali, Teras dan Mojosoongo, menjadi daerah yang paling banyak diserang. Bahkan karena parahnya, Parwoto menyebut sebagai bencana hama pepaya.

Dua kecamatan lain yang juga menghasilkan pepaya, yakni Musuk dan Ampel, juga diserang namun tidak separah di Teras dan Mojosongo. Total luas lahan yang ditanami pepaya di Kabupaten Boyolali sebesar 400 hektare.

kha

lowongan pekerjaan
PT. ATALIAN GLOBAL SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…