Minggu, 25 Oktober 2009 19:24 WIB News Share :

Revitalisasi Rawa Pening butuh Rp 2 triliun

Semarang (Espos)–Proyek revitalisasi Rawa Pening di Kabupaten Semarang, diperkirakan menelan biaya hingga Rp 2 triliun. Guna keperluan itu, Pemkab setempat saat ini berupaya meminta bantuan Pemprov Jateng dan menggandeng pihak ketiga.

Hal itu seperti dikemukakan Pelaksana tugas (Plt) Bupati Semarang, Siti Ambar Fathonah, ketika ditemui wartawan di sela-sela membuka pelaksanaan Festival Rawa Pening di kompleks Obyek Daya Tarik Wisata Bukit Cinta, Sabtu (24/10) pagi.

Diungkapkan dia, selain pengerukan sedimen dan pemusnahan eceng gondok, Pemkab berencana membangun sarana pendukung pariwisata.

“Sebenarnya sudah ada beberapa investor yang sempat menawarkan diri, di antaranya dari Jepang dan Belanda. Tetapi karena cost (biaya)-nya terlalu tinggi, yaitu mencapai Rp 2 triliun, mereka akhirnya mundur,” ungkapnya dalam kesempatan tersebut. Ditegaskan, revitalisasi Waduk Rawa Pening harus dilaksanakan sesegera mungkin karena kondisinya yang kian memprihatinkan.

Menurut Plt Bupati, Pemkab Semarang juga telah meminta bantuan kepada Pemprov Jateng dan disampaikan langsung kepada Gubernur H Bibit Waluyo guna realisasi kegiatan dimaksud.

Mengenai keberadaan eceng gondok yang dibutuhkan warga untuk pembuatan kerajinan, dia menyatakan tanaman itu tak akan dimusnahkan seluruhnya, melainkan di lokalisir agar tak menyebar.

Siti Ambar Fathonah mengungkapkan pula, Pemkab Semarang telah berkonsultasi dengan Departeman Kelautan terkait upaya pemanfaatan lahan di sekitar kompleks Obyek Daya Tarik Wisata Bukit Cinta dan kompleks Waduk Rawa Pening guna pengembangan ikan air tawar.

try

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…