Minggu, 25 Oktober 2009 17:34 WIB Boyolali Share :

Polisi masih kesulitan kuak identitas mayat di Kemusu

Boyolali (Espos)–Hingga kini petugas kepolisian Polres Boyolali belum mampu menguak identitas mayat berjenis kelamin perempuan yang ditemukan membusuk terbungkus kardus di bawah jembatan Dusun Duwet, Desa Kedungrejo, Kecamatan Kemusu, Kamis (22/10).

Kerusakan jasad perempuan berusia sekitar 25 tahun menyulitkan dokter mengidentifikasi korban. Saat ini petugas berupaya menginformasikan penemuan mayat ke Kecamatan Andong, Juwangi dan Klego yang berdekatan dengan lokasi penemuan.

“Kami telah menginformasikan penemuan mayat ke Kecamatan Andong, Juwangi dan Klego. Masyarakat yang kehilangan anggota keluarga diharapkan segera menghubungi petugas,” ucap Kapolres Boyolali, AKBP Agus Suryo Nugroho, Minggu (25/10).

Ia menambahkan, tanda-tanda kekerasan juga masih sulit ditemukan, mengingat jasad korban sudah sangat rusak. Meski demikian, petugas masih berupaya menguak dugaan pembunuhan sadistis ini.

Informasi terbaru, saat ditemukan korban sudah tidak mengenakan BH dan celana dalam. Muncul dugaan perempuan muda tersebut diperkosa terlebih dulu sebelum akhirnya dihabisi.

Kendati demikian, Kapolres belum memastikan dugaan tersebut, mengingat tim dokter Lab Forensik UNS hingga kini masih kesulitan mengidentifikasi korban, karena kondisi jasad telah rusak.

Sebelumnya diberitakan, sesosok mayat wanita muda ditemukan terbungkus kardus dalam kondisi membusuk di bawah jembatan Dusun Duwet, Desa Kedungrejo, Kecamatan Kemusu, Kamis (22/10) pukul 15.30 WIB.

Mayat perempuan yang diduga berusia sekitar 25 tahun itu dalam kondisi mengenaskan dengan tangan dan kaki terikat kawat, diduga korban pembunuhan.

Polisi yang melakukan penyelidikan di lokasi kejadian tidak menemukan satu pun identitas di saku korban. Warga setempat juga tidak mengenal identitas perempuan muda tersebut.

Petugas mengidentifikasi mayat perempuan tersebut berciri-ciri berusia sekitar 25 tahun, mengenakan kaus warna merah lengan panjang bergambar Spiderman, jelana jins warna hitam, tinggi badan 150 sentimeter, tubuh kurus dan kulit sawo matang.

Mayat perempuan muda itu dibungkus kardus dan plastik bekas bungkus pupuk organik, sedangkan kedua tangan dan kakinya terikat kawat. Diduga korban dibuang di lokasi kejadian setelah dibunuh di tempat lain untuk menghilangkan jejak.

dwa

lowongan pekerjaan
Gramedia Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Perempuan Melawan Pelecehan Seksual

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (16/01/2018). Esai ini karya Evy Sofia, alumnus Magister Sains Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah evysofia2008@gmail.com.  Solopos.com, SOLO—Empathy is seeing with the eyes of another, listening with the ears of another,…