Minggu, 25 Oktober 2009 18:44 WIB Pendidikan Share :

PLPG lebih baik daripada portofolio

Solo (Espos)–PLPG dinilai lebih baik daripada sistem penilaian portofolio. Hal itu menyusul rekomendasi Forum Komunikasi Dewan Pendidikan se-Soloraya tentang penghapusan portofolio sebagai parameter penilai sertifikasi guru.

Ketua Panitia Sertifikasi Guru Rayon 13 Universtas Sebelasa Maret (UNS), Prof Dr H M Furqon Hidayatullah MPd menilai Program Pendidikan Profesi Guru (PLPG) jauh lebih baik jika dibandingkan dengan penilai portofolio. Menurutnya, dalam program PLPG terdapat training-training atau pembinaan profesionalisme guru yang membedakannya dengan penilaian dalam portofolio.

Kendati demikian, Furqon tidak menolak anggapan bahwa potofolio itu sebuah sistem penilaian yang salah.

Ia menilai, sitem penilaian portofolio sebenarnya sudah bagus, akan tetapi yang bermasalah adalah penyikapan guru terhadap portofolio itu.
“Sebenarnya tidak ada masalah jika dokumen-dokumen yang disertakan dalam portofolio itu sesuai dengan kenyataannya. Tetapi, jika sistem yang sudah bagus itu disikapi dengan tidak benar oleh guru ya tidak sejalan,” papar Furqon saat dihubungi Espos via telepon Sabtu (24/10).

Sebelumnya, Forum Komunikasi Dewan Pendidikan se-Soloraya merekomendasikan penghapusan portofolio sebagai parameter dalam penilaian sertiikasi guru. Pasalnya, sistem ini dinilai rawan dengan perilaku kecurangan berupa manipulasi data yang dilakukan oleh para guru. Forum berharap hanya program PLPG yang dijadikan sebagai parameter penilaian dalam sertifikasi guru.

Menanggapi hal itu, Furqon mengatakan penghapusan portofolio sebagai parameter dalam penilaian sertifikasi sebenarnya tidak ada masalah.
Menurutnya, rekomendasi itu akan dibahas selanjutnya di tingkatan Konsorsium Sertifikasi Guru (KSG) Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) Jakarta.

m82

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…