Minggu, 25 Oktober 2009 19:40 WIB News Share :

Dua ekor harimau Sumatra lahir di Medan

Medan–Kebun Binatang Medan, Minggu dini hari dikejutkan dengan lahirnya dua ekor anak Harimau Sumatra berkelamin  jantan dan betina, di kebun binatang itu.

Drh  Sucitrawan, salah seorang dokter yang merawat Harimau Sumatra, tersebut, di Medan, Minggu, mengatakan, kelahiran dua anak Harimau Sumatra itu merupakan kelahiran pertama hewan pemangsa itu selama kebun binatang Medan dipindahkan ke Jalan Bunga Rampe IV Simalingkar B Medan.

“Sampai saat ini kondisi kedua ekor anak harimau Sumatra tersebut dalam keadaan normal dengan berat badan masing-maisng 1,1 kg. Kami juga terus mengawasi perkembangan kondisi keduanya,” katanya.

Ia mengatakan, saat ini pihaknya terus melakukan beberapa langkah perawatan, baik terhadap induk maupun kedua anak harimau yang merupakan hewan dilindungi tersebut.

Sedangkan untuk asupan makanan, pihak manajemen Kebun Binatang Medan akan menambah porsi makanan dan vitamin kepada induk harimau agar sang induk dapat menyusui anaknya dengan lancar.

“Kelahiran kedua anak Harimau itu normal, saat ini kami belum memberi nama kepada kedua anak harimau itu, namun induk anak harimau yang berjenis kelamin laki-laki  diberi nama Si Bagus dan betina Si Manis,”katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya berencana akan meminta kepada Gubernur Sumatera Utara, Syamsul Arifin dan pj Walikota Medan, Rahudman Harahap untuk memberi nama kedua anak Harimau yang dipelihara di kebun binatang itu.

Direktur Utama Perusahaan Daerah (PD) Pasar Medan, Nuzirwan B Lubis, mengatakan, pihaknya sangat bersyukur dengan lahirnya dua ekor anak Harimau Sumatra tersebut. Perkembangan kesehatan anak Harimau Sumatra yang belum diberi nama itu, akan dipantau oleh dua orang dokter hewan.

“Hingga tiga bulan ke depan, kami akan terus melakukan perawatan intensif kepada induk anak Harimau Sumatra yang didatangkan dari Kota Tanjung Balai, Sumut itu,”katanya.
Ant/tya

lowongan pekerjaan
PT.Swadharma Sarana Informatika, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….