Minggu, 25 Oktober 2009 16:58 WIB Hukum Share :

Buntut tewasnya penonton SID, 5 Orang kena wajib lapor

Solo (Espos)–Aparat Poltabes Solo masih melakukan penyelidikan kasus penusukan dalam konser musik Superman Is Dead (SID) di Stadion Sriwedari Solo, Jumat (23/10) malam yang menyebabkan satu orang tewas dan dua terluka.

Sebanyak lima orang kena wajib lapor dalam kasus itu. Kapoltabes Solo Kombes Pol Joko Irwanto melalui Kasatreskrim Kompol Susilo Utomo mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kasus itu dengan melakukan pemeriksaan saksi-saksi.

“Masih dalam lidik, belum ada tersangka dan keterangan dari saksi-saksi semuanya masih kami dalami,” ungkap Susilo saat dihubungi Espos, Minggu (25/10).

Paling tidak polisi telah meminta keterangan sebanyak 26 orang saksi mulai dari rekan korban, penonton hingga pihak penyelenggara konser musik tersebut. Namun, lanjut Kasatreskrim, belum ada saksi yang mengarah tersangka.

Dia mengatakan, beberapa orang memang dikenai wajib lapor dalam kasus tersebut. Selain melakukan penyelidikan, polisi juga melakukan pembinaan.
Susilo mengungkapkan, dari olah tempat kejadian perkara yang dilakukan Sabtu (24/10) lalu, pihaknya menemukan sebuah cutter tidak jauh dari lokasi kejadian. Namun, belum bisa dipastikan apakah cutter tersebut alat yang digunakan untuk penusukan atau tidak.

Dari pemeriksaan, cutter tersebut tidak ada bercak darahnya dan telah berkarat. Untuk memastikannya, polisi bakal mengirim cutter tersebut ke Puslabfor Cabang Semarang untuk diteliti.

“Ada karatnya kemungkinan karena malamnya hujan. Belum mengarah, namun nanti bisa dikirim ke Puslabfor,” ungkap Susilo.

Mengenai kemungkinan korban telah diincar oleh pelaku sebelum kejadian, Susilo menyatakan, pihaknya belum memastikan ke arah itu sebab saat ini pihaknya masih menyelidiki pelaku penusukan yang menyebabkan seorang mahasiswa UNS, Yuli Widianto, 18, warga Kaliboto, Mojogedang, Karanganyar tewas.

Seperti diketahui, Yuli tewas saat konser SID di Sriwedari akan beraksi. selain Yuli, dua orang lainnya mengalami luka-luka yaitu Dwi Martanto, 22, warga Begalon, Laweyan dan Riesa Ramdhani, 19, warga Perum Bumi Graha Indah (BGI) Jaten, Karanganyar.

Penusukan terjadi saat SID menyanyikan lagu terakhir dan sempat terjadi kericuhan di depan panggung. Korban bersama teman-temannya menghindar dan hendak menuju pintu keluar stadion.

dni

lowongan pekerjaan
Perusahaan Outsourcing PLN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….