Sabtu, 24 Oktober 2009 20:15 WIB Solo Share :

Tak serius tangani DPT, PPK bakal dicopot

Solo (Espos)–KPU Solo berjanji tak akan segan mencopot Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) jika dalam mengemban tugasnya nanti mereka terbukti kurang serius. Menurut KPU, pelaksanaan pemilihan presidan (Pilpres) dan pemilihan legislatif (Pilleg) beberapa waktu lalu harus menjadi pelajaran berharga dalam menyongsong Pilkada Solo 2010 nanti.
Demikian ditegaskan Ketua KPU Solo, Didik Wahyudiono seusai melantik 25 PPK dan 153 PPS se-Solo di Balai Tawangarum Komplek Balaikota, Sabtu (24/10).

Dalam kesempatan itu, PPK dan PPS diminta menyoroti lebih teliti soal daftar pemilih tetap (DPT) yang kerap memicu persoalan. Menurut Didik, selama Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) sudah dibentuk sesuai aturan dan bekerja semaksimal mungkin, maka kisruh DPT yang dicemaskan banyak kalangan selama ini tak akan kembali terulang.

“DPT adalah persoalan serius dan rentan konflik terutama untuk Pilkada. Makanya, kami akan mengecek sejauh manakah PPDP di lapangan dibentuk dan bekerja. Kalau, ternyata kami menemukan ada PPS atau PPK yang tak membentuk PPDP, ya sanksinya copot,” paparnya.

Dia menjelaskan, masa kerja PPS dan PPK dalam ajang Pilkada Solo 2010 nanti adalah delapan bulan terhitung sejak dilantik. Namun, jika Pilkada berlangsung dua putaran, maka akan ditambah dua bulan lagi. Meski demikian, hingga dilantiknya PPK dan PPS, KPU juga belum membentuk Panwas Pemilu baik di tingkat Kota atau pun di tingkat Kecamatan.
Menurut Didik, belum dilantiknya Panwas tak akan mempengaruhi kinerja KPU.

“Karena kinerja Panwas itu terhitung sejak dimulainya pemutakhiran data, bukan saat ini,” paparnya.

Soal honor, kata Didik, KPU tak akan mencairkan setiap bulannya, melainkan dirapel setiap dua hinga tingga bulan sekali.

“Untuk kebutuhan logistik untuk tahun 2009 ini mencapai Rp 314 juta. Namun, KPU Solo baru memiliki anggaran Rp 200 juta. Nah, honor PPK dan PPS akan diberikan Januari 2010 nanti. Kerja dulu, honor baru cair,” paparnya.

asa

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…