Sabtu, 24 Oktober 2009 20:23 WIB Feature,Berita Foto,Sukoharjo Share :

Satu gudang rotan habis terbakar

kobong

Espos/Ayu Prawitasari

Gudang bahan baku rotan di Dusun Dukuh, Trangsan, Gatak yang merupakan sentra kerajinan rotan ludes dilalap si jago merah, Sabtu (24/10) pagi. Diperkirakan kerugian akibat kebakaran tersebut mencapai Rp 3 miliar.

Berdasar informasi yang dihimpun di tempat kejadian perkara (TKP), kebakaran terjadi sekitar pukul 05.30 WIB, Selasa pagi. Api diperkirakan datang dari arah dapur yang lokasinya ada di bagian belakang gudang bahan baku rotan, Gurat Asri.

Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp 3 miliar. Kebakaran juga tidak sempat merembet ke sekitarnya.

Ihwal kebakaran sendiri dimulai ketika pembantu rumah tangga H Wirowirejo atau Walimin, yang merupakan pemilik Gurat Asri meninggalkan tungku dalam keadaan menyala. Safitri, begitu nama pembantu rumah tangga itu bermaksud menyapu pekarangan sambil merebus air.

Namun demikian tanpa dia sangka, kayu dari dalam tungku keluar kemudian mengenai tumpukan batangan rotan yang ada di sekitarnya.

Melihat api membesar, Safitri kemudian minta tolong kepada para tetangga. Sebelumnya Walimin yang usianya 87 lebih bersama isterinya mengungsi ke rumah mereka yang berseberangan dengan lokasi gudang untuk menyelamatkan diri.

Ketua RT 03/RW VI Dukuh, Sumarno menjelaskan, begitu mendengar teriakan minta tolong dirinya bersama warga lain langsung datang.

“Saat saya datang ke gudang, api di dapur masih belum begitu besar. Melihat ada api, saya sudah mencoba menyemprotnya dengan apar, namun ketika api sudah menyentuh atap rumah, nyalanya langsung membesar,” jelasnya.

Saat api makin membesar itulah, Sumarno mengaku langsung meminta tolong warga menghubungi kantor pemadam kebakaran kerena mereka merasa tidak mampu.
Sekretaris Desa Trangsan, Sriyana menjelaskan, Gurat Asri termasuk gudang paling lama di daerah itu.

“Lokasi gudang yang terbakar ini ada di RT 03/RW VI Dusun Dukuh. Gudang ini berdasarkan catatan di kantor desa milik H Wirowirejo,” jelasnya ketika dijumpai wartawan di TKP.

Sriyana mengaku, menerima laporan dari warga sekitar pukul 06.00 WIB. “Kalau informasi yang saya terima, kebakaran terjadi sekitar pukul 05.30 WIB,” jelasnya.

Kasatreskrim Polres Sukoharjo, AKP Sukiyono menjelaskan, berdasarkan taksiran sementara kerugian akibat kebakaran mencapai Rp 1 miliar.

“Kalau tersangka belum ada sebab kami masih melakukan penyelidikan,” jelas dia. Namun demikian, kepolisian sudah membawa Safitri untuk dimintai keterangan.

Hingga pukul 10.30 WIB, berdasar pantauan, petugas masih berusaha memadamkan api kecil di beberapa titik. Seorang petugas pemadam, Sukiyo menjelaskan, ada empat mobil pemadam yang disiagakan pagi itu. Dua dari Sukoharjo, satu lainya bantuan dari Bakorwil dan sisanya dari Kota Solo.

aps

lowongan pekerjaan
PT. INDUKTURINDO UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…