Sabtu, 24 Oktober 2009 15:22 WIB News Share :

Lambock Nahattands calon kuat sekretaris kabinet

Jakarta–Presiden SBY masih membiarkan posisi Sekretaris Kabinet (Seskab) dirangkap Mensesneg Sudi Silalahi. Siapa saja calon kuat Seskab? Setelah muncul nama Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin, kini muncul Lambock V Nahattands.

Lambock sudah sangat terkenal di Kantor Sekretariat Kabinet (Setkab). Saat ini pria peraih Sarjana Hukum dari Universitas Indonesia pada 1978 itu menjabat sebagai Wakil Seskab.

Peraih Magister Hukum dari Universitas Tarumanegara itu memang sudah memegang jabatan strategis di Setkab sejak lama. Sebelum diangkat sebagai Wakil Seskab, Lambock menjabat Deputi Sekretaris Kabinet Bidang Hukum Sekretariat Kabinet sejak 2005 dan menjabat Deputi Sekretaris Kabinet Bidang Hukum & Perundang-undangan tahun 2002-2005.

Dalam sidang kabinet paripurna perdana yang digelar Presiden SBY di Kantor Sekretariat Negara (Setneg), Jumat (23/10) kemarin, Lambock terlihat menjadi salah satu peserta rapat. Dia duduk di belakang Presiden SBY di sebelah kanan. Ketika SBY memimpin sidang kabinet, Lambock tampak serius menyimak.

Munculnya nama Lambock sebagai calon Seskab, berawal dari ucapan Presiden SBY bahwa dirinya akan mengajak putra Maluku dalam KIB II. Namun, SBY tidak mau menyebut nama jelas, sehingga siapa putra Maluku yang dilirik SBY sebagai anggota kabinet menjadi teka-teki.

Selama ini, tidak ada putra Maluku yang muncul di publik sebagai calon menteri atau pejabat setingkat menteri. Setelah wartawan menelusuri, akhirnya ketemulah nama Lambock. Meski belum pasti, Lambock diyakini banyak pihak, termasuk wartawan Istana, sebagai putra Maluku.

Profil Lambock memang belum terpublikasi ke publik secara lengkap, termasuk asal kampung halamannya. Yang jelas, pria yang sudah beruban ini memiliki banyak jabatan di luar Setkab. Dari data yang dikumpulkan, selain sebagai Wakil Seskab, Lambock saat ini masih menjabat sebagai Komisaris Utama (Komut) PT Pelindo II. Selain itu, di situs PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA), Lambock juga masih tercatat sebagai komisaris perusahaan itu.

Berbagai jabatan komisaris lain pun pernah disandangnya. Antara lain Komisaris Utama PT (Persero) Kawasan Berikat Nusantara (KBN), komisaris PT KBN (Persero),1995-2001 dan Komisaris PT Pengelola Kawasan Berikat Indonesia (Persero), 1991-1995.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
PD.BPR BANK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…