Jumat, 23 Oktober 2009 15:34 WIB Boyolali Share :

Tingkat konsumsi susu warga Kota Susu sangat rendah

Boyolali (Espos)–Kabupaten Boyolali merupakan kabupaten penghasil susu segar terbesar se-Jateng saat ini dengan kapasitas produksi mencapai 80.000 liter/hari. Namun ironisnya, tingkat konsumsi susu masyarakatnya sangat rendah yaitu 3,4 liter/kapita/tahun, jauh dari tingkat konsumsi susu ideal sebesar 150 liter/kapita/tahun.

Bupati Boyolali, Sri Moeljanto, mengakui bahwa dirinya lalai dengan tidak memberikan perhatian yang lebih baik terhadap upaya peningkatan konsumsi susu masyarakatnya. Ia menilai budaya minum susu di kabupaten yang memiliki sebutan Kota Susu itu masih belum terbangun dengan baik.

“Kami memang belum berhasil memasyarakatkan tradisi meminum susu, padahal Kabupaten ini disebut Kota Susu,” ungkap Bupati kepada wartawan, Jumat (23/10), di Pendopo Pemkab setempat.

Ia memaparkan, petani dalam beternak sapi perah selama ini hanya berorientasi pada mencari untung dari hasil penjualan susu. Belum berorientasi kepada bagaimana meningkatkan kualitas kesehatan keluarga mereka dengan meminum susu dari sapi perah yang mereka ternak.

Menurut data dari Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Boyolali dari kapasitas produksi susu 80.000 liter/hari, hanya sekitar 60.000 liter/hari yang dikonsumsi untuk masyarakat. Sisanya digunakan untuk menyusui sapi anakan. Sedangkan populasi sapi perah saat ini mencapai 60.000 ekor namun yang menghasilkan susu (sapi laktasi) hanya sekitar 28.000 ekor.

Populasi sapi perah ini tersebar di enam kecamatan. Kecamatan penghasil susu terbesar dipegan Mojosongo dengan kapasitas produksi sekitar 50.000 liter/hari diikuti Musuk sekitar 25.000 liter/hari dan Cepogo kurang lebih 8.000 liter/hari.

“Sedangkan Selo, Boyolali dan Ampel produksinya masing-masing berkisar 1.500-2.000 liter/hari,” ujar Darmadi, Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner dari Disnakkan.

kha

lowongan pekerjaan
Gramedia Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…