Jumat, 23 Oktober 2009 18:08 WIB Ekonomi Share :

PT KA akan beli 150 lokomotif baru

Solo (Espos)–PT Kereta Api berencana membeli 150 lokomotif baru dalam lima tahun mendatang. Pembelian lokomotif sebanyak itu selain untuk menambah jumlah yang ada, juga untuk meremajakan lokomotif yang dinilai sudah berkurang produktivitasnya.

Diungkapkan Direktur Utama (Dirut) PT KA, Ignasius Jonan, saat ini PT KA memiliki lebih dari 400 lokomotif kereta api. Dari jumlah tersebut, 40-50 di antaranya sudah harus diremajakan.

“Rencananya, pengadaan 150 lokomotif baru ini dilakukan secara bertahap selama 4-5 tahun mendatang mulai tahun 2010 mendatang. Memesan satu lokomotif saja membutuhkan waktu antara 10-20 bulan,” jelas Jonan, saat ditemui wartawan seusai mengikuti penandatanganan kerja sama pengoperasian kereta wisata uap Jaladara di Loji Gandrung, Solo, Jumat (23/10).

Pengadaan 150 lokomotif baru itu, kata Jonan, bukan hanya untuk wilayah Jawa tapi juga Sumatera. Pembagiannya, 100 lokomotif untuk wilayah Jawa dan 50 lokomotif untuk wilayah Sumatera.

Tak hanya itu, pengadaan lokomotif baru itu juga sebagian untuk menambah jumlah lokomotif untuk kereta barang.

Jonan mengatakan, selama ini, keberadaan kereta barang baru memberikan kontribusi sebesar 35% terhadap pendapatan PT KA. Sisanya, didapatkan dari kereta penumpang.

Ke depan, PT KA mentargetkan bisa meningkatkan perbandingan tersebut menjadi 50% pendapatan dari kereta barang dan 50% dari kereta penumpang.
Ditanya anggaran yang disiapkan untuk pengadaan 150 lokomotif baru itu, Jonan mengaku belum bisa memastikan.

Pasalnya, harga pemesanan tiap lokomotif tidak selalu sama. Selain itu, besarnya biaya itu juga akan menyesuaikan dengan konstelisasi harga pasaran yang kerap naik turun.

“Saya contohkan misalnya, lokomotif kereta untuk wilayah Sumatera Selatan lebih besar dan lebih mahal dibandingkan lokomotif kereta untuk wilayah Jawa. Hal itu karena lokomotif di Sumatera digunakan untuk mengangkut batubara. Satu rangkaian bisa mengangkut sampai 60 gerbong,” terang Jonan.

Selain pengadaan lokomotif baru, Jonan mengungkapkan, sarana rel KA yang ada saat ini juga direncanakan diperbaiki. Perbaikan-perbaikan itu terutama diprioritaskan pada rel yang berada di wilayah Sumatera. Sedangkan kondisi rel di Jawa dinilai masih cukup bagus dan belum terlalu mendesak untuk diperbaiki.

shs

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…