Jumat, 23 Oktober 2009 19:15 WIB Sragen Share :

Polisi tangkap tersangka pembunuh warga Jenar

Sragen (Espos)–Jajaran Polres Sragen akhirnya berhasil menyibak teka-teki pelaku pembunuhan terhadap Agus Sutrisno alias Grandong alias Wereng, 45, warga Dukuh Margomulyo RT 10, Desa/Kecamatan Jenar, Kecamatan Jenar, Sragen, yang tewas mengenaskan sepekan lalu.

Seorang jagal berdarah dingin bernama Suyanto alias Bayan, 43, warga Asem Gapuk RT 17, Desa/Kecamatan Jenar, Sragen, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka pelaku pembunuhan, Jumat (23/10).

Tersangka yang terbilang masih teman korban nekat menghabisi nyawa temannya itu lantaran tersinggung terus diejek. Sadisnya, tersangka melakukan pembunuhan dengan cara memukul kepala korban menggunakan sebatang kayu kelor sebanyak empat kali. Tersangka juga memukul bagian ulu hati korban dengan kayu berukuran 145 sentimeter yang dijadikan barang bukti (BB).

Kasus pembunuhan yang terjadi tengah malam itu berawal saat beberapa warga termasuk korban dan tersangka larut dalam pesta minuman keras (Miras) di acara hajatan di rumah salah satu warga. Saat dipengaruhi alkohol itulah korban terus mengeluarkan kata-kata yang menyinggung perasaan pelaku.

Perkataan pelaku yang menyombongkan diri sebagai preman yang mempunyai wilayah kekuasaan di mana-mana itu membuat pelaku yang juga dipengaruhi alkohol menjadi tersinggung.

Dengan perasaan emosi yang sudah sampai ubun-ubun, jagal berdarah dingin itu kemudian mengambil kayu lontar dari rumah untuk dipakai menghajar korban.

Saat korban bermaksud kembali ke tempat hajatan setelah mengantar istrinya pulang ke rumah, pelaku sudah nyanggong di depan rumah. Korban kemudian dijegal kakinya dan terjatuh. Tanpa ampun, pelaku kemudian langsung dipukul menggunakan kayu kelor sebanyak empat kali hingga wajahnya remuk dan rahangnya patah. Tidak hanya itu, jagal berdarah dingin itu juga menusukkan kayu miliknya itu ke bagian ulu hati korban. Tak pelak dengan tusukan kayu itu membuat korban tewas seketika.

Seusai membantai korban, tersangka langsung pulang ke rumah dan menyimpan kayu kelor yang dinilai bertuah itu. Pihak kepolisian sendiri berhasil membongkar pembunuhan itu ketika menemukan bekas kulit kayu yang masih menempel di tubuh korban.
Setelah dipastikan kulit kayu itu merupakan pohon kelor, petugas mencari keberadaan pohon kelor di sekitar lokasi kejadian. Tidak hanya itu, para saksi dimintai keterangan tentang siapa warga yang biasa membawa batang kayu pohon tersebut.

Lantas kecurigaan kuat mengarah kepada tersangka dan petugas mulai menggeledah rumah tersangka. Saat digeledah, petugas menemukan batang kayu tersebut. Tidak hanya itu, tersangka sendiri juga mengakui perbuatan sadisnya itu lantaran tersingggung dengan ulah korban.

Kapolres Sragen AKBP Drs Jawari mengatakan, pelaku pembunuhan sebenarnya sudah mengarah kepada tersangka sejak hari pertama dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Hanya untuk memastikan pelaku benar tersangka, petugas masih meminta keterangan sejumlah saksi.

“Setelah melakukan penyelidikan yang memakan waktu lima hari, tersangka akhirnya mengakui telah menghabisi korban. BB kayu kelor yang dijadikan alat untuk menghabisi nyawa korban kami temukan di dalam rumah tersangka,” ujar AKBP Drs Jawari.

isw

lowongan pekerjaan
CV PRIMEDANIE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…