Jumat, 23 Oktober 2009 20:26 WIB Internasional Share :

Korban perdagangan manusia di Australia jadi pekerja seks

Brisbane–Sekitar 95 persen korban perdagangan manusia yang masuk ke Australia adalah perempuan untuk dipekerjakan di industri seks negara itu.

Kementerian Dalam Negeri Australia mengutip laporan Institut Kriminologi Australia (AIC) yang dipublikasi Jumat menyebutkan, sebagian besar korban tersebut berasal dari kawasan Asia Tenggara namun tidak disebutkan asal negara para korban.

Sepanjang 2004 – 2008, Polisi Federal Australia (AFP) melakukan 210 investigasi kasus perdagangan manusia di negara itu. Dari hasil investigasi tersebut, AFP menangkap 34 orang tersangka pelaku. Sebanyak 113 orang korban aksi kejahatan ini mendapat program bantuan pemerintah Australia.

Disamping dipekerjakan di industri seks, dua kasus perdagangan manusia di Australia juga terkait dengan buruh paksa. Kementerian Dalam Negeri Australia menyebut perdagangan manusia sebagai “bentuk perbudakan modern”.

Aksi kejahatan ini melibatkan rekrutmen, pengangkutan, pemindahan, penadahan maupun penerimaan orang-orang yang akan dijadikan korban eksploitasi melalui kerja paksa ataupun perbudakan.

Untuk menumpas jaringan aksi kejahatan trans-nasional ini, pemerintah Australia telah mengambil berbagai langkah, termasuk membentuk tim investigasi polisi khusus dan strategi kebijakan nasional, memperketat pengurusan visa, menyediakan program bantuan bagi korban, serta meningkatkan kerja sama regional.
Ant/tya

lowongan pekerjaan
CV PRIMEDANIE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…