Jumat, 23 Oktober 2009 19:02 WIB Boyolali Share :

Diduga korban pembunuhan, mayat perempuan ditemukan membusuk

Boyolali (Espos)–Sesosok mayat wanita muda ditemukan terbungkus kardus dalam kondisi membusuk di bawah jembatan Dusun Duwet, Desa Kedungrejo, Kecamatan Kemusu, Kamis (22/10) pukul 15.30 WIB.

Mayat wanita yang diduga berusia sekitar 25 tahun itu dalam kondisi mengenaskan dengan tangan dan kaki terikat kawat, diduga korban pembunuhan.

Polisi yang melakukan penyelidikan di lokasi kejadian tidak menemukan satu pun identitas korban di saku korban. Warga setempat juga tidak mengenal identitas wanita muda tersebut.

Petugas mengidentifikasi mayat perempuan tersebut berciri-ciri berusia sekitar 25 tahun, mengenakan kaus warna merah lengan panjang bergambar Spyder Man, jelana jeans warna hitam, tinggi badan 150 sentimeter, tubuh kurus dan kulit sawo matang.

“Korban juga mengenakan cincin warna kuning,” ucap Kapolres Boyolali, AKBP Agus Suryo Nugroho, melalui Kapolsek Kemusu, AKP Mujiono, Jumat (23/10).

Keterangan petugas, mayat korban ditemukan kali pertama oleh warga setempat bernama Daliman, 55, dan Ngadimin, 37, saat itu hendak mencari rumput tak jauh dari jembatan Dusun Duwet yang berada sekitar 300 meter dari permukiman penduduk. Warga yang kemudian dimintai keterangan sebagai saksi tersebut, mengatakan sempat curiga ketika di lokasi tersebut tercium bau busuk.

Setelah dicari mereka menemukan kardus yang diduga merupakan sumber bau busuk tersebut. Penemuan benda mencurigakan itu kemudian dilaporkan ke Polsek Kemusu yang selanjutnya melakukan penyelidikan ke lokasi kejadian. Saat kardus dibuka, di dalamnya terdapat mayat perempuan dalam kondisi mengenaskan.

Mayat wanita muda itu dibungkus dengan plastik bekas bungkus pupuk organik, sedangkan kedua tangan dan kakinya terikat kawat. Diduga korban dibuang di lokasi kejadian setelah dibunuh di tempat lain untuk menghilangkan jejak.

dwa

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…