Kamis, 22 Oktober 2009 17:58 WIB Haji,Solo Share :

Suhu tubuh lebih 38 celsius, keberangkatan Calhaj ditunda

Boyolali (Espos)–Keberangkatan jemaah calon haji (Calhaj) bisa mengalami penundaan jika Calhaj bersangkutan diketahui memiliki suhu tubuh 38 derajat celsius atau lebih.

Hal itu menyusul surat dari tiga departemen sebagai langkah pencegahan penularan influensa tipe A baru H5N1. Menurut Kepala bidang (Kabid) Kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Haji Adi Sumarmo, Imam Triyanto, pengecekan suhu badan Calhaj, dilakukan jelang upacara pelepasan di Gedung Muzdalifah Asrama Haji Donohudan (AHD).
“Saat bapak ibu masuk gedung akan melewati alat pendeteksi suhu badan. Kalau melebihi 38 celsius, keberangkatan bapak ibu akan ditunda. Ini terutama kami sampaikan kepada Karom (ketua rombongan) dan Karu (ketua regu), agar mengingatkan Calhaj untuk istirahat cukup, sehingga sehu badan terjaga saat keberangkatan,” kata Triyanto, sapaan akrabnya, saat memberikan pemaparan kepada ratusan Calhaj kelompok terbang (Kloter) I Embarkasi Haji Adi Sumarmo, di AHD, Kamis (22/10).

Di temui seusai memberi pengarahan, Triyanto kembali menegaskan ketentuan yang harus dilaksanakan pihaknya terkait deteksi suhu tubuh tersebut.

Dia menerangkan, bidang kesehatan PPIH Embarkasi Haji Adi Sumarmo menjalankan peraturan sesuai surat dari Ditjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (PP dan PL) Departemen Kesehatan (Depkes), Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Departemen Agama (Depag), dan Ditjen Asia Pasifik dan Afrika Departemen Luar Negeri (Deplu).

Deteksi suhu tubuh itu untuk mengantisipasi jika ada Calhaj yang terserang flu dan berpotensi menyebarkannya kepada rekan sesama Calhaj.

Triyanto menyebut jika ada Calhaj yang terdeteksi memiliki suhu tubuh lebih dari 38 derajat celsius akan diperiksa oleh tim kesehatan. Jika keluhan masih dalam tingkat ringan hingga sedang, perawatan cukup dilakukan di AHD. Namun apabila gejala flu cukup parah, Calhaj akan dirujuk ke RSUD Moewardi.
“Kalau keluhan ringan hingga sedang, bisa kami tangani di sini, paling hanya butuh satu atau dua hari untuk pemulihan. Selanjutnya Calhaj bisa diberangkatkan bersama rombongan lain. Selain itu, Calhaj juga kami bekali 35 masker yang harus dipakai saat berada di Tanah Suci,” imbuhnya.

Wakil Ketua Tim Pemantau Peningkatan Pelayanan Penyelenggaraan Haji (TP4H) Jawa Tengah, yang juga Kepala Dinas Kesehatan Provinsi jawa Tengah, Hartanto menambahkan, saat ini fasilitas pelayanan kesehatan di AHD mencukupi untuk melayani Calhaj yang mengalami keluhan sakit ringan hingga sedang. Di AHD, tersedia delapan bed untuk Calhaj sakit yang membutuhkan rawat inap dan dua bed khusus untuk Calhaj sakit yang membutuhkan isolasi.
Kondisi itu mengalami perbaikan dibanding tahun lalu, dimana hanya tersedia empat bed untuk rawat inap.

“Secara umum, pelayanan kesehatan sudah cukup optimal. Kami punya rawat inap juga. Tapi jika sakit parah akan kami rujuk ke RSUD Moewardi,” ujar dia.

tsa

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…