Kamis, 22 Oktober 2009 12:16 WIB News Share :

Pemkot akan turunkan penumpang yang ketahuan merokok di dalam bus

Surabaya–Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya Eddie meminta sopir angkutan umum menurunkan penumpang yang merokok di dalam kendaraan di tengah jalan.

“Kalau diingatkan masih bandel, turunkan saja,” kata dia, Kamis (22/10).

Permintaan ini disampaikan Eddie pada sopir angkutan umum pada acara sosialisasi penerapan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2008 tentang Kawasan tanpa Rokok dan Terbatas Rokok. Secara resmi, Pemerintah Kota Surabaya mulai memberlakukan peraturan anti-rokok hari ini.

Sebaliknya, lanjut Eddie, jika penumpang menemukan sopir angkutan umum merokok, mereka bisa langsung mengadukan ke Dinas Perhubungan. “Silakan catat,” kata dia.

“Nama, nomor kendaraan, dan waktu merokok.”

Eddie mengatakan sanksi akan diberikan dalam bentuk peringatan dan teguran. Selama enam bulan sejak diberlakukan hari ini, pemerintah kota masih memberikan batas toleransi sanksi. Perokok di sembarang tempat belum akan dikenai sanksi pidana.

Kendaraan angkutan umum, kata Eddie, merupakan salah satu kawasan tanpa rokok. Selain angkutan umum, kawasan ini juga meliputi tempat pendidikan –semisal sekolah dan kampus, rumah sakit, dan tempat ibadah.

Sesuai dengan Pasal 3 Peraturan Daerah, segala aktivitas berbau rokok dilarang dilakukan di kawasan ini. Selain merokok, memproduksi, menjual, menyelenggarakan iklan, dan mempromosikan rokok.

tempointeraktif/fid

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mencari Alamat Bahasa Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (06/01/2018). Esai ini karya Na’imatur Rofiqoh, ”pemukul” huruf dan juru gambar yang tinggal di Solo. Alamat e-mail penulis adalah naimaturr@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Bahasa Indonesia tidak lagi beralamat di Indonesia. Indonesia malah jadi tempat…