Kamis, 22 Oktober 2009 15:32 WIB Pendidikan Share :

Pemda diminta lakukan pemetaaan guru

Solo (Espos)–Pemerintah daerah (Pemda) diminta melakukan analisis kebutuhan guru guna menunjang pemetaan dalam rangka mencapai pemerataan guru.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Dirjen PMPTK) Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), Dr Baedhowi dalam acara Rapat Koordinasi bertajuk Sinkronisasi, Integrasi, dan Akselerasi Pembangunan Pendidikan Tahun 2009 dan Rencana Program 2010 yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah (Jateng) di Hotel Kusuma Sahid Solo, Rabu (21/10).

Dalam kesempatan itu, Baedhowi mengatakan, pendidikan bermutu sangat bergantung dengan kualitas tenaga pendidik, yakni guru yang profesional, sejahtera, dan bermartabat.

Untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu di Indonesia, lanjut Baedhowi, tidaklah mudah mengingat masih adanya permasalahan seperti mutu guru yang hererogen, penyebaran guru tidak merata, kesulitan mutasi guru antar kabupaten, kota maupun provinsi, dan kurangnya dukungan dari kebijakan Pemda dalam penyebaran dan peningkatan mutu guru.
“Guru adalah the key actor in the learning. Peran guru sangatlah besar dalam menentukan pendidikan yang bermutu,” papar Baedhowi.

Baedhowi melanjutkan, salah satu langkah yang harus dilaksanakan Pemda adalah melakukan pemetaan terhadap pendidik dan tenaga kependidikan. Ia menjelaskan, pemetaan terhadap guru dapat dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Dikatakannya, pemetaan kuantitatif dimaksudkan untuk mengetahui jumlah guru yang tersebar di masing-masing daerah. Dalam hal ini, pihaknya meminta Pemda baik pemerintah provinsi maupun pemerintah kota/kabupaten melakukan pemerataan dan kebutuhan guru dengan melakukan analisis terhadap kebutuhan guru.

Sedangkan bagi Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (LPTK) di perguruan tinggi untuk membuka program studi yang masih kekurangan banyak tenaga pendidik.

m82

lowongan pekerjaan
PD.BPR BANK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…