Rabu, 21 Oktober 2009 18:41 WIB Sragen Share :

Polres bongkar penimbun kayu jati ilegal

Sragen (Espos)–Jajaran Polres Sragen kembali membongkar upaya penimbunan kayu jati ilegal di Dukuh Nglombo, Desa Tenggak, Sidoharjo, Sragen, Rabu (21/10).

Sedikitnya 32 batang kayu jati glondongan berbagai ukuran berhasil disita aparat kepolisian. Hanya pemiliknya sejauh ini masih belum diketahui lantaran buron.

Informasi yang dihimpun Espos menyebutkan, terbongkarnya kasus illegal logging berawal saat aparat kepolisian menerima laporan dari warga yang curiga dengan kepemilikan kayu jati yang hanya ditinggal begitu saja di pekarangan.

Apalagi kayu glondongan berbagai ukuran tersebut diangkut saat warga tidak ada yang mengetahui secara pasti. Merasa curiga dengan keberadaan kayu jati tersebut, warga kemudian melaporkan temuan itu ke pihak kepolisian. Mendapatkan informasi itu pihak kepolisian langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penyelidikan.

Lantaran dipastikan kayu jati tersebut ilegal karena tidak ada tanda surat izin tebang maka langsung disita aparat kepolisian. Sedangkan tersangka dari kasus kepemilikan kayu illegal ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

Kapolres Sragen AKBP Drs Jawari SH melalui Kasatreskrim AKP Y Subandi menjelaskan, temuan kayu tersebut dipastikan hasil pembalakan liar. Lantaran dari kayu glondongan yang disita tersebut tidak ditemukan tanda dari pihak perhutani. Hanya darimana asal kayu jati tersebut belum bisa diketahui, lantaran pemiliknya masih dalam pencarian pihak kepolisian.

“Saat ini 32 kayu jati itu sendiri disita, sedangkan pemiliknya masih buron,” ujarnya.

isw

lowongan pekerjaan
NSC FINANCE KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…