Rabu, 21 Oktober 2009 16:28 WIB News Share :

Aniaya teman saat Ultah, 7 siswa SMK SPAN Lanud jadi tersangka

Medan–Tujuh siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Sekolah Penerbangan Nasional (SPAN) Pangkalan Udara (Lanud) Medan menjadi tersangka dalam kasus penganiayaan terhadap rekan sesama siswa, Jimmy Sitorus. Guna mempermudah pengusutan lanjutan, ketujuh siswa terpaksa ditahan di Mapoltabes Medan.

Ketujuh siswa tersebut ditahan diSatuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Poltabes Medan, pada Rabu (21/10).

Penetapan tersangka ini dilakukan setelah tim penyidik Satreskrim Poltabes Medan melakukan pemeriksaan maraton sejak dua hari terakhir terhadap 16 siswa yang diduga kuat melakukan pengeroyokan terhadap Jimmy Sitorus, siswa kelas tiga SMK SPAN Lanud Medan pada 28 September 2009 lalu.

Salah seorang tersangka berinisial HML membantah melakukan penganiayaan terhadap Jimmy Sitorus. Pengeroyokan terhadap Jimmy merupakan tradisi di angkatan mereka jika ada salah seorang rekan yang sedang berulang tahun.

“Tidak ada maksud menganiaya. Itu sudah jadi tradisi kami kalau ada kawan yang ulang tahun,” kata HML.

Kasat Reskrim Poltabes Medan, Komisaris Polisi Gidion Arif Setyawan mengatan, dari hasil pemeriksaan, ketujuh tersangka terungkap melakukan pengeroyokan terhadap Jimmy Sitorus, rekan satu angkatan para tersangka.

“Penyidik terus melakukan pengusutan. Tidak tertutup kemungkinan akan ada tersangka lain di luar tujuh tersangka yang telah ditetapkan,” kata Gidion.

Gidion juga menegaskan, undang-undang tidak mengenal tradisi atau apapun yang disebut budaya. Jika ada tindak pidana kekerasan atau punpenganiayaan, akan ditindak sesuai hukum yang berlaku.

Pasca penahanan ketujuh tersangka, suasana dilingkungan SMK SPAN Lanud Medan yang berada di Komplek Perumahan Citra Garden, Jl. Jamin Ginting, Medan, terlihat lengang. Pihak sekolah juga tertutup terhadap para wartawan yang berupaya mencari informasi di lingkungan sekolah.

dtc/tya

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….