Selasa, 20 Oktober 2009 14:26 WIB Ah Tenane Share :

Tak kira handuk...

2010ahtenaneSepuluh tahun lalu, Jon Koplo masih aktif di lembaga pers kampus universitas markotop di Solo sebagai pemimpin Litbang. Kebetulan ia mendapat tugas mengikuti Diklat polling yang diselenggarakan oleh sebuah LSM papan atas di Jakarta selama 11 hari.
Tempat pelatihannya pun tidak baen-baen, yaitu di sebuah hotel berbintang empat di dekat Bundaran HI.
Sebagai wong ndesa kluthuk yang tak pernah ngambah hotel berbintang, Jon Koplo merasa sangat asing dengan segala fasilitas yang serba wah tersebut. Untung ada teman satu kamar seorang aktivis LSM dari Klaten, Tom Gembus, yang bisa ditanyai soal fasilitas kamar dan cara mengoperasikannya.
Sejak hari pertama Koplo selalu ndhekem di kamar, menikmati segala fasilitas, mandi air panas maupun dingin, berendam di bath up, cuci muka di wastafel, menyalakan AC, nonton televisi dan menikmati empuknya kasur hotel.
Sudah tiga hari ini, setiap masuk kamar mandi Jon Koplo selalu melihat handuk yang terjatuh di lantai depan pintu kamar mandi. Pada awalnya Koplo menganggap mungkin terjatuh, lalu diambil dan ditaruh di atas, sorenya ia gunakan setelah mandi. Tapi lama-kelamaan Koplo heran kenapa handuk tersebut setiap hari jatuh di lantai sehingga ia harus repot-repot menaruh kembali di atas.
Akhirnya dengan sedikit diwanek-wanekke Koplo bertanya kepada Tom Gembus.
”Mbus, kenapa setiap hari ada handuk yang jatuh di lantai depan pintu kamar mandi ya?”
”Handuk yang mana, Plo?”
”Itu lho, handuk yang tak pakai setiap sore. Itu kan tak ambil dari handuk yang jatuh di lantai depan kamar mandi.”
Tom Gembus tampak mengernyitkan dahi, lalu tiba-tiba ngguyu ngakak, ”Oalah Plo… Plo! Itu bukan handuk tapi keset! Keset di hotel ya seperti itu, beda dengan keset di desamu yang terbuat dari serabut kelapa itu,” terang Gembus.
”Wooo… Berarti selama tiga hari ini aku andhukan pakai keset ta?” Koplo melongo membayangkan keset hotel yang jauh lebih bersih dari handuknya sendiri.  Kiriman Dinding Sugiyantoro, Jongkang, Buran, Tasikmadu, Karanganyar.

lowongan pekerjaan
PT.KARTINI TEH NASIONAL (TEH DANDANG), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Perempuan Melawan Pelecehan Seksual

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (16/01/2018). Esai ini karya Evy Sofia, alumnus Magister Sains Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah evysofia2008@gmail.com.  Solopos.com, SOLO—Empathy is seeing with the eyes of another, listening with the ears of another,…