Selasa, 20 Oktober 2009 11:51 WIB News Share :

SBY
Lonjakan harga minyak masih mengancam

Jakarta–Presiden terpilih 2009-2014 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan lonjakan harga minyak dunia yang terjadi cukup cepat bahkan hampir menyentuh US$ 80 per barel mulai mengancam perekonomian.

“Fluktuasi harga minyak yang terjadi saat ini bisa mengancam stabilitas dan kepastian ekonomi di dalam negeri,” tegasnya dalam pidato kenegaraan usai pelantikan dirinya pada Sidang Umum MPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (20/10).

SBY mengatakan, Indonesia harus mulai lebih memperkuat sendi-sendi perekonomiannya dalam menahan dan meminimalkan dampak dari kenaikan harga minyak dunia yang mulai terus melonjak sampai hari ini.

Dalam kesempatan tersebut, SBY mengatakan pada pemerintahan yang dipimpinnya nanti, dia mempunyai tujuan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkeadilan, serta pertumbuhan yang bisa menimbulkan pemerataan.

Harga minyak mentah dunia saat ini memang sangat fluktuatif. Namun akhir-akhir ini harga minyak mentah dunia melonjak seiring melemahnya dolar AS.

Pada perdagangan Selasa di pasar Asia, harga minyak mentah dunia kembali mendekati level US$ 80 per barel.

Kontrak utama minyak light sweet pengiriman November naik 9 sen menjadi US$ 79,70 per barel. Minyak Brent pengiriman Desember 12 sen ke level US$ 77,89 per barel.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
KISEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…