Selasa, 20 Oktober 2009 14:48 WIB News Share :

Polisi buru pelaku penembakan di PT Freeport

Jayapura–Polisi masih mengejar para pelaku penembakan karyawan PT Freeport yang dilakukan kelompok orang tak dikenal, pada Selasa, sekitar pukul 09:45 WIT.

Hingga saat ini polisi belum bisa mengidentifikasi pelaku penembakan ke bus-bus Freeport di mile 42-43 Arel Penambangan Freeport Tembagapura Papua, itu.

“Kami masih melakukan pengejaran terhadap pelaku penembakan, dan hingga kini belum bisa diidentifikasi dari kelompok mana yang bertanggung jawab, namun yang jelas orang tak dikenal,” kata juru bicara Polda Papua Kombes Agus Rianto di Jayapura, Selasa (20/10).

Menurut Agus, penembakan bermula ketika bus karyawan berangkat dari mile 34 menuju mile 50, lalu di antara mile 42 dengan 43, muncul tembakan beruntun dari sebelah kanan bus.

Akibatnya, sopir bus bernama nama Rudi Palanding terkena tembakan di bagian jari sedangkan penumpang bus atas nama Kristian terkena peluru pada siku kanan dan pinggul kanan atas.

Karena tembakan dilakukan secara beruntun dan berasal dari semak-semak, bus terus melaju naik menuju mile 50 baru kemudian dengan menggunakan mobil ambulance, korban luka dilarikan ke Rumah Sakit Kuala Kencana.

“Korban yang tertembak saat ini masih dirawat di RS, namun kondisi mereka tidak terlalu parah,” tuturnya.

Sementara itu, secara terpisah pada pukul 11.30 WIT, seorang karyawan PT.Freeport tewas setelah diberondong tembakan oleh kelompok tak dikenal.

Belum ada keterangan rinci mengenai peristiwa ini, namun tim gabungan Polres Puncak Jaya dan TNI Yonif 753 sedang menuju lokasi penembakan untuk mengejar pelaku.

ant/fid

lowongan pekerjaan
PT. ATALIAN GLOBAL SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…