Selasa, 20 Oktober 2009 15:12 WIB Karanganyar Share :

Berjudi, 4 warga dibekuk polisi

Karanganyar (Espos)–Empat warga Gunungwijil, Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Karanganyar, harus berurusan dengan aparat kepolisian setelah tertangkap basah bermain judi kartu gaple di rumah salah satu warga setempat, Minggu (18/10) lalu.

Keempat warga itu, yakni Wiyono, 47, yang juga pemilik rumah; Catur, 27; Dedi Setiyono, 23; dan Nurhuda, 21, kini meringkuk di sel tahanan Mapolres Karanganyar, untuk diproses hukum lebih lanjut.

Menurut Kasatreskrim Polres Karanganyar AKP Djoko Satriyo Utomo, tertangkapnya mereka bermula dari laporan warga sekitar yang merasa risih dengan aktivitas judi yang mereka lakukan tersebut. Pada Minggu sore itu, mereka berkumpul di rumah Wiyono di Dusun Gunungwijil RT 06/RW IX, untuk menonton TV yang menyiarkan langsung kejuaraan Moto GP.

“Sambil menunggu tayangan televisi tersebut, keempatnya mengaku iseng bermain gaple. Karena memakai uang taruhan, itu termasuk praktik perjudian. Ditambah lagi, ada laporan dari warga yang merasa risih dengan perjudian di lingkungan mereka. Jadi, keempatnya langsung kami amankan,” kata dia, mewakili Kapolres AKBP Sri Handayani.

Dalam penangkapan tersebut, lanjutnya, pihaknya turut mengamankan barang bukti berupa satu set kartu domino dan uang tunai senilai Rp 177.000, yang merupakan uang taruhan. Para pelaku perjudian itu sendiri akan dijerat Pasal 303 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

dsp

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…