Senin, 19 Oktober 2009 17:18 WIB Ekonomi Share :

Prospek industri mebel menjanjikan

Solo (Espos)–Prospek industri mebel dan kerajinan di Indonesia ke depan diakui masih sangat terbuka dan menjanjikan, meskipun kondisi pasar ekspor saat ini fluktuatif sebagai dampak terjadinya krisis global.

Peran pemerintah dinilai amat penting dalam mempercepat pertumbuhan ekspor sektor tersebut. Ketua Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Kota Solo, David R Wijaya mengemukakan industri permebelan di Indonesia saat ini masih didominasi oleh usaha kecil dan menengah (UKM) yang bekerja sama dengan industri-industri besar atau pabrikan. Menurut David, dukungan pemerintah terhadap para pelaku UKM mebel dan kerajinan ini salah satunya bisa dilakukan dengan deregulasi aturan-aturan yang kontraproduktif.

“Salah satu contoh adalah pemerintah bisa menghilangkan segala jenis pajak untuk impor barang sample, barang return dan barang ekspameran. Bisa juga dengan membebaskan UKM mebel atau kerajinan dengan nilai ekspor kurang dari US$100.000 dari beban pajak penghasilan (PPh) badan karena hanya berfungsi untuk menyerap tenaga kerja,” ujar David ketika dikonfirmasi Espos, Senin (19/10).

Penyerapan tenaga kerja langsung dan tidak langsung dari industri tersebut diperkirakan mencapai delapan juta orang.
“Banyak UKM mebel dan kerajinan yang saat ini hanya bertahan untuk kebutuhan tenaga kerjanya saja, jadi memang harus ada regulasi khusus terkait penarikan pajak penghasilan,” tegasnya.

Peran lain pemerintah yang dapat mendorong perkembangan industri mebel dan kerajinan antara lain dengan pembangunan infrastruktur, misalnya dengan membangun pelabuhan peti kemas di sentra-sentra industri mebel dan kerajinan, pembangunan jalan tol dari kawasan industri menuju pelabuhan tanpa memasuki pusat kota, hingga mengusahakan peralatan dan manajemen ke pelabuhan mendekati kinerja pelabuhan-pelabuhan seperti di Thailand dan Malaysia.
sry

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…