Senin, 19 Oktober 2009 17:04 WIB Hukum Share :

Polisi periksa tiga orang saksi terkait tewasnya 2 PSK

Solo (Espos)–Sebanyak tiga saksi telah dimintai keterangan oleh penyidik Poltabes Solo dalam kasus tewasnya dua pekerja seks komersial (PSK) di Sungai Kali Anyar, Minggu (18/10) lalu.

Kapoltabes Solo Kombes Pol Joko Irwanto melalui Kasatreskrim Kompol Susilo Utomo menjelaskan, pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut.

“Ada tiga saksi yang kami mintai keterangan. Selain dari saksi di lokasi, ada juga keluarga dan rekan korban,” ungkap Susilo di Mapoltabes Solo, Senin (19/10).

Dia mengungkapkan, pemeriksaan tersebut masih ditelaah, termasuk apakah larinya enam PSK ke arah sungai untuk menghindari razia. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, beberapa saksi yang ada di pangkalan travel Gilingan mengaku melihat mobil Satpol PP melintas di belakang asrama CPM Gilingan.
Namun, tidak diketahui secara pasti apakah mobil tersebut hanya melintas saja atau memang melakukan razia. Sebelum kejadian terjadi, mobil aparat kepolisian juga melintas di Jl A Yani menuju ringroad Mojosongo, Jebres untuk melakukan Operasi Wanalestari.

Diduga, enam PSK yang mangkal di pangkalan travel Gilingan tersebut panik dan ketakutan melihat kendaraan petugas yang melintas dan akhirnya kabur ke arah timur hingga akhirnya nekat menceburkan diri ke dalam Sungai Kali Anyar.

“Kalau dari jenazah, tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan. Setelah dari rumah sakit, jenazah kami serahkan kepada keluarga dan keluarga korban juga telah menerima kejadian ini,” papar Susilo.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua PSK yang sering mangkal di pangkalan travel Gilingan tewas tenggelam di Sungai Kali Anyar di Cinderejo Lor RT 03/RW V Gilingan, Banjarsari, Minggu (18/10).
Mereka nekat menceburkan diri ke sungai untuk menghindari razia yang digelar, Sabtu (17/10) malam. Dua korban tewas adalah Winarsih, 24, warga Slogohimo, Wonogiri dan Dita, 19, warga Sumber, Banjarsari.

Kepala Satpol PP Solo Hasta Gunawan membantah pihaknya melakukan razia PSK di daerah Gilingan.

dni

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…