Senin, 19 Oktober 2009 15:21 WIB Ekonomi Share :

PLN APJ Surakarta akan luncurkan meteran listrik prabayar

Solo (Espos)–PLN Area Pelayanan Jaringan (APJ) Surakarta siap meluncurkan alat meteran listrik dengan sistem prabayar untuk para pelanggan PLN di wilayah Soloraya pada akhir tahun 2009 mendatang.
Pada awal peluncurannya, pihak PLN mentarget bisa menyediakan alat tersebut sebanyak 1.000 unit kepada pelanggan baru.

“Seperti namanya, maka sistem penggunaan meteran ini seperti penggunaan pulsa telepon genggam dengan sistem prabayar. Artinya, pelanggan harus mengisi atau membayar terlebih dahulu rencana penggunaan listrik sebelum listrik tersebut digunakan,” ujar Humas PLN APJ Surakarta, Soeharmanto ketika ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (19/10).

Dijelaskan Soeharmanto dari sisi fungsi, meteran prabayar tersebut sama dengan meteran listrik seperti yang sudah banyak digunakan pelanggan PLN saat sekarang.

Kelebihannya, lanjut dia, alat tersebut termasuk alat yang termasuk kategori portable atau mudah dipindah-pindahkan.

“Sehingga, kalau suatu ketika pemilik rumah sedang berpergian atau tidak sedang tidak menggunakan listrik, alat tersebut bisa dilepas dan disimpan,” imbuh Soeharmanto.

Soeharmanto mengakui peluncuran alat meteran prabayar tersebut dilakukan pihak PLN untuk menekan tingginya angka tunggakan pembayaran listrik di area tersebut.

“Kami rasa alat meteran prabayar ini bisa menjadi alternatif solusi untuk menekan tingginya angka tunggakan pembayaran listrik,” tandasnya.

Sayangnya, Soeharmanto menyatakan pihaknya belum bisa menjelaskan secara detil berapa besaran nilai pulsa untuk penggunaan meteran tersebut.

Lebih lanjut Soeharmanto menyebutkan PLN APJ Surakarta memperoleh alokasi alat meteran prabayar dari pusat hingga sekitar 1.200 unit. Sebagian alat meteran tersebut rencananya bakal ditujukan bagi pelanggan baru PLN dari sektor rumah tangga, khususnya segmen menengah ke bawah.

“Yang jelas kami memprioritaskan penggunaan alat meteran prabayar ini untuk ditawarkan kepada pelanggan baru, mengigat daftar antrean pelanggan baru hingga saat ini masih sangat banyak. Sementara di sisi lain, pasokan energi listrik di wilayah Soloraya sendiri hingga saat ini masih terbatas,” ungkapnya. Sebagai langkah awal, Soeharmanto menyatakan alat tersebut ditawarkan kepada sekitar 200 karyawan PLN.

sry

lowongan pekerjaan
PT.Swadharma Sarana Informatika, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama Rakyat Awasi Pemilu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (05/01/2018). Esai ini karya Ahmad Halim, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kota Administrasi Jakarta Utara. Alamat e-mail penulis adalah ah181084@gmail.com Solopos.com, SOLO–Pemberlakuan UU No. 7/2017 tentang Pemilihan Umum (gabungan UU No. 8/2012, UU…