Senin, 19 Oktober 2009 17:06 WIB Boyolali Share :

Petani desak Pemkab larang aktivitas keramba di WKO

Boyolali (Espos)–Kalangan petani di Kecamatan Kemusu mendesak Pemkab Boyolali bersikap tegas melarang aktivitas usaha keramba di area Waduk Kedung Ombo (WKO). Petani menilai aktivitas keramba di area WKO dalam jangka panjang akan mengurangi fungsi utama waduk sebagai penyuplai kebutuhan air petani.

Salah satu petani dari RT 1/I Desa Bawu, Suwarno, 50, mengatakan dalam jangka pendek keberadaan usaha keramba memang tidak terasa berdampak negatif terhadap aktivitas pertanian, namun dalam jangka panjang, usaha keramba dipastikan berdampak negatif terhadap pertanian.

“Limbah pakan ikan mengandung bahan kimia sudah tentu akan mengurangi kualitas air,” katanya, Senin (19/10).

Menurut Suwarno, sebagian petani di Desa Bawu memanfaatkan pasokan air WKO untuk mengairi tanaman. Keberadaan WKO dinilai sangat menguntungkan para petani.

Seperti saat ini, meski kemarau panjang mendera, petani tidak terlampau kesulitan mendapatkan pasokan air. Karena dinilai membantu bagi pertanian, sejumlah petani pemanfaat air WKO mendesak Pemkab menertibkan aktivitas yang dapat mengurangi fungsi waduk.

Senada disampaikan petani lain, Ngadimo, 37. Pemkab Boyolali perlu menertibkan aktivitas yang dapat mengurangi fungsi waduk, termasuk usaha keramba.
Jika tak segera ditertibkan, kata ia, bukan tidak mungkin dalam jangka panjang fungsi waduk akan berkurang. Dengan demikian praktis aktivitas pertanian yang memanfaatkan air WKO akan terganggu.

Sebelumnya ketika meninjau elevasi di WKO, Gubernur Jateng, Bibit Waluyo, melarang kegiatan usaha keramba dan pengambilan air untuk pabrik air minum dalam kemasan di WKO. Bibit meminta waduk tersebut harus dikembalikan ke fungsi semula untuk mengairi lahan pertanian.

dwa

lowongan pekerjaan
PT Sejati Cipta Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…