Senin, 19 Oktober 2009 14:43 WIB Ekonomi Share :

Pertamina hemat Rp 10,7 triliun dari program konversi

Jakarta–PT Pertamina (Persero) telah menghemat subsidi BBM hingga Rp 10,7 triliun dari program konversi minyak tanah ke elpiji 3 kg yang dimulai sejak Mei 2007.

Deputi Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya menyatakan, sepanjang tahun 2007 hingga 2009 program konversi telah berhasil menghemat subsidi negara sebesar Rp 19,98 triliun.

“Sementara biaya yang dikeluarkan untuk paket konversi sekitar Rp 9,3 triliun sehingga penghematan bersihnya sekitar Rp 10,7 triliun,” ujar Hanung dalam acara ‘Selebrasi Pencapaian 40 Juta Distribusi Paket Perdana Konversi Minyak Tanah ke Elpiji’, di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Senin (19/10).

Hanung menjelaskan pada awal program konversi yang dimulai Mei 2007 telah dibagikan 4 juta paket, tahun 2008 sebanyak 15 juta paket dan 2009 sampai pertengahan Oktober sebesar 21 juta paket dari target 23 juta kepala keluarga.

Hingga kini program konversi sudah mencakup di 13 provinsi dengan 6,3 juta kiloliter minyak tanah bersubsidi yang telah ditarik dengan 1,9 juta MT elpiji yang dikonsumsi.

“Minyak tanah bersubsidi di wilayah DKI Jakarta telah ditarik semua pada 16 Mei 2008, Jabodetabek 17 Agustus 2008, dan Jawa bagian barat dan Yogyakarta 1 Mei 2009,” jelasnya.

Sementara di wilayah Jawa Tengah sudah terkonversi 97 persen, Jatim 84 persen, dan Bali 97 persen. Pertamina menargetkan seluruh Jawa-Bali sudah terkonversi pada tahun ini atau paling lambat Januari-Februari tahun depan.

Saat ini jumlah stasiun pengisian bahan bakar elpiji (SPBE) tabung 3 Kg sudah beroperasi 177 unit dan agen 3 kg sebanyak 2.077 unit siap menyalurkan elpiji kepada masyarakat.

Adapun isi ulang tabung 3 kg per hari mencapai 2,4 juta unit atau mencapai 7.200 ton per hari. “Selain itu, program iniĀ  juga telah menciptakan lebih dari industri baru yang secara otomatis dan membuka ribuan lapangan kerja,” ungkapnya.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
Perusahaan Outsourcing PLN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….