Senin, 19 Oktober 2009 17:10 WIB Solo Share :

Koalisi 21 Parpol kantongi enam nama

Solo (Espos)–Sebanyak 21 partai politik yang tergabung dalam Forum Komunikasi Lintas Partai (FKLP) Kota Solo bakal mengusung bakal calon walikota/Wawali dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2010 mendatang. Setidaknya sudah enam nama calon yang dikantongi FKLP Solo, namun nama-nama itu masih digodok dan dikerucutkan menjadi satu pasangan calon.

Koordinator FKLP Solo Agung Bayu saat dihubungi Espos, Senin (19/10), melalui telepon selulernya, mengungkapkan, jumlah kumulatif perolehan suara dari 21 Parpol itu sudah mendekati 15,5%, sehingga sesuai dengan persyaratan minimal yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dengan kekuatan yang dimiliki FKLP, terang Ketua DPC Pakar Pangan ini, 21 Parpol itu bakal mengusung calon walikota/Wawali dalam Pilkada 2010.

“Kami sudah mengantongi sebanyak enam nama kandidat walikota/Wawali yang masih dalam proses penggodokan internal. Keenam nama itu terdiri atas empat nama dari kalangan profesional dan dua orang dari politikus partai. Nama itu bakal diseleksi secara ketat dan kemungkinan 1-2 pekan mendatang, FKLP Solo sudah mengerucutkan nama-nama yang dimaksud,” ujar Agung.

Namun Agung enggan menyebut siapa enam nama yang sudah masuk ke FKLP Solo, meskipun hanya sebatas inisial.

“Setelah sudah ada keputusan bersama tentang siapa yang akan diusung, kami akan sampaikan kepada masyarakat. Proses penentuan calon itu dilakukan dengan model konvensi. Dengan demikian kami sudah membuat kriteria-kriteria khusus, yakni memajukan Solo ke depan, berkontribusi pada masyarakat Solo dan sebagainya,” paparnya.

Ke-21 Parpol yang dimaksud antara lain, Partai Bintang Reformasi (PBR), Partai Barisan Nasional (Barnas), PPD, PDK, Kedaulatan, PPP, PKB, PKNU, PNBKI, PPD, PNI Marhaenisme, Partai Buruh, Partai Republikan, PPI, Pakar Pangan, PKDI dan PDP.

Di bagian lain, Juru Bicara Pemuda Independen Surakarta (Pusaka) Juanda Kartawidjaya dalam jumpa pers tetap bersikukuh ingin mengusung nama Pakoe Boewono XIII Tedjowulan, kendati belum ada sikap resmi dari Sinuhun. Pusaka tetap akan menunggu sikap resmi dari PB XIII Tedjowulan tentang rencana pengusungan PB XIII sebagai calon independen dalam Pilkada mendatang.

“Kami didukung sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) dan sudah berkomunikasi dengan kerabat dalem dan jika perlu kami bakal bertemu dengan Sinuhun sendiri,” pungkasnya.

trh

lowongan pekrajaan
Yayasan Internusa Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…