Senin, 19 Oktober 2009 18:55 WIB News Share :

Keluarga SBY gelar doa bersama

Pacitan–Keluarga besar dan simpatisan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Senin malam, menggelar tasyakuran dan doa bersama di Pondok Pesantren Tremas, Desa Tremas, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Kepastian rencana itu disampaikan juru bicara keluarga besar SBY, Sudjono.

“Selain di Ponpes Tremas, keluarga besar di Kelurahan Ploso, Kecamatan Kota Pacitan, Senin malam ini sekitar pukul 20.00 WIB juga akan menggelar acara syukuran,” kata Sudjono.

Acara syukuran dan doa bersama diperkirakan akan diikuti sedikitnya 250 orang. Mereka berasal dari anggota Majelis Dzikir SBY dari tingkat kabupaten hingga desa.

Selain anggota majelis, kegiatan ini juga akan melibatkan warga masyarakat di sekitar lokasi doa bersama.

“Jumlah itu sesuai dengan undangan yang kami buat,” tutur Sudjono.

Sudjono menjelaskan, untuk acara pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI kali ini, keluarga tidak memperoleh undangan. Kemungkinan besar mereka akan memanfaatkan media televisi untuk menyaksikan jalannya pelantikan yang akan digelar Selasa (20/10).

Selain di kediaman SBY di Kelurahan Ploso dan di Ponpes Tremas, kegiatan doa bersama juga digelar oleh seluruh guru dan murid SMAN 1 Pacitan, tempat SBY mengenyam pendidikan jenjang menengah atas. Doa bersama itu informasinya akan digelar menjelang jam sekolah dimulai, yakni pukul 07.00.

“Doa itu selain untuk presiden SBY agar diberi kesehatan dan kekuatan dalam memimpin Indonesia hingga lima tahun ke depan, juga ditujukan untuk kemaslahatan seluruh rakyat Indonesia secara keseluruhan,” kata Didik, salah satu guru SMAN 1.

ant/fid

lowongan pekerjaan
Marketing dan Surveyor, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…