Senin, 19 Oktober 2009 18:26 WIB News Share :

Diduga akibat Miras, polisi selidiki kematian pemandu karaoke

Grobogan (Espos)–Kematian Nunuk alias Nonong, pemandu karaoke (PK) Hotel Harmoni Indah (HI) Purwodadi diselidiki kepolisian. Muncul dugaan kematian PK tersebut akibat konsumsi minuman keras (miras).

Sementara seorang pemandu karaoke lainnya di hotel tersebut, Kartika atau Tika, 19, hingga Senin (19/10), masih menjalani perawatan di RS Panti Rahayu Yakkum Purwodadi.

Menurut keterangan dr Tri Siswiati, dokter yang merawat Nonong, korban dibawa ke RS Yakkum, Jumat malam (16/10) dalam kondisi lemas dan sesak nafas.
Saat diperiksa, korban mengaku sehari sebelumnya habis menenggak Miras saat mendampingi tamu.

“Sabtu pagi (17/10), pasien mengaku sesak nafas dan kesadarannya menurun. Karena kondisinya semakin memburuk, akhirnya Sabtu malam sekitar pukul 20.00 WIB pasien kita rujuk ke RSUD Tugu Semarang,” jelas dr Tri Siswiati (Titi) didampingi pejabat Humas RS Yakkum Purwodadi, Yoyok Saryoto, Senin (19/10).

Sementara rekan korban, Tika yang masuk ke RS Yakkum, Minggu (18/10) malam dalam kondisi lemas dan muntah-muntah mengaku tidak habis mengonsumsi Miras.

Terpisah pimpinan Hotel HI, Agus S kepada wartawan menjelaskan, kedua pemandu karaoke tersebut tidak bekerja saat dibawa ke rumah sakit. Mengenai kematian, Nunung dari penjelasan, akibat pembuluh darahnya pecah dan gejala sakit ginjal. Sedang Tika sejak lama punya gejala sakit tipes dan beberapa kali dirawat di rumah sakit.

rif

lowongan pekerjaan
KISEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…