Senin, 19 Oktober 2009 22:00 WIB News Share :

Banyak calon jaksa beli Toefl, Kejagung benahi sistem perekrutan

Jakarta–Jabatan jaksa selalu banyak diminati. Namun sayang, sistem perekrutan di Kejaksaan Agung dinilai belum maksimal. Buktinya, masih banyak calon jaksa yang curang dengan memalsukan hasil Toefl.

“Banyak itu, ternyata Toefl-nya dibikin, isinya tidak bisa dipertanggung jawabkan. Di daerah ada kasus, di suruh hitung 1-10 terbolak balik dia. Aduhh!” kata Jampidsus Marwan Effendy.

Hal itu disampaikan Marwan usai menggelar pertemuan membahas soal jabatan di Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Senin (19/10). Pertemuan itu dihadiri antara lain oleh Jampidum Kemal Sofyan, Jamdatun Edwin P Situmorang, dan Jamintel Iskamto.

Marwan mengatakan, selain memperbaiki perekrutan, pertemuan juga membicarakan soal syarat-syarat yang harus dimiliki calon jaksa. Misalnya saja soal tinggi badan.

Namun menurut Marwan, calon jaksa tidak harus memiliki tinggi badan di atas rata-rata. “Yang sedang-sedang sajalah, kata tinggi ideal itu harus kita luruskan, harus diperjelas. Jangan sampai orang teraniaya karena masalah tinggi jadi nggak bisa masuk,” kata Marwan.

“Ada yang mengusulkan 167 cm, 165 cm, dan 160 cm. Itu akan dicari yg terbaik. Untuk perempuan 155, tapi nanti dicari yang terbaik,” lanjut Marwan.

Marwan mengatakan, aturan soal perekrutan sudah dibuat pada 2007. Namun saat ini perlu disesuaikan untuk memperbaiki mutu perekrutan. Selama ini, banyak hal yang tidak sesuai dengan aturan yang ada dalam aturan proses perekrutan.

“Karena dalam tim reformasi birokrasi ada penyederhanaan prosedur dan sistem dan mengacu pada asa-asa transparan dan akuntabel, kepentingan umum, bersih. Jadi klo ada panitia seleksi harus bersih. Bagaimana dia mau nggak bermain kalau nggak bersih? Sehingga betul aturan itu harus dijalankan sebagaimana mestinya,” kata Marwan.
dtc/tya

lowongan pekerjaan
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…