Sabtu, 17 Oktober 2009 10:59 WIB Internasional Share :

WHO
Ibu hamil dan anak di bawah 2 tahun berisiko terinfeksi H1N1

Jenewa–Perempuan hamil, anak-anak yang berusia di bawah dua tahun dan orang yang menderita sakit paru-paru kronis adalah tiga kelompok orang yang menghadapi risiko paling besar untuk terserang infeksi influenza mematikan A/H1N1, demikian keterangan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Jumat.

Kesimpulan tersebut diambil oleh para dokter, ilmuwan dan profesional kesehatan masyarakat pada akhir pertemuan tiga hari di Washington dengan tujuan berbagi keterangan mengenai ciri klinis dan penanganan wabah influenza, kata badan PBB itu dalam satu pernyataan.

Semua peserta pertemuan tersebut juga sepakat bahwa gangguan syaraf dapat meningkatkan resiko sakit parah pada anak-anak.

Meskipun peran pasti kegemukan tak terlalu dipahami pada saat ini, kegemukan dan terutama kegemukan yang tidak wajar telah muncul dalam banyak bagian kasus parah dan mematikan infeksi virus flu babi A/H1N1.

Menurut pernyataan itu, para ahli mengkonfirmasi pada pertemuan tersebut bahwa sangat banyak orang di seluruh dunia yang terinfeksi virus flu babi A/H1N1 terus mengalami sakit mirip influenza tanpa komplikasi, dan mereka pulih total dalam waktu satu pekan, sekalipun tanpa perawatan medis.

Namun, keprihatinan sekarang dipusatkan pada jalur klinik dan penanganan sedikit pasien yang dengan cepat terserang radang paru-paru progresif yang sangat parah.

Pada semua pasien itu, radang paru-paru parah seringkali berkaitan dengan kegagalan organ lain, atau menandai memburuknya asma yang memang sudah diderita pasien atau penyakit saluran pernafasan kronis.

Perawatan pasien itu sulit dan banyak persyaratan, sehingga menunjukkan bahwa ruang gawat darurat serta ruang perawatan intensif (ICU) akan menanggung beban perawatan pasien paling berat selama wabah.

WHO menyatakan radang paru-paru virus pertama telah menjadi temuan yang paling umum pada kasus parah flu babi A/H1N1 dan kasus kematian yang sering terjadi.

Selain itu, infeksi bakteri sekunder telah ditemukan pada rata-rata 30 persen kasus kematian.

Banyak temuan yang diajukan selama pertemuan menambah banyak tumpukan bukti yang terus bertambah sehingga perawatan mendesak dengan penggunaan obat anti-virus, oseltamivir atau zanamivir, mengurangi parahnya penyakit dan meningkatkan kesempatan orang bertahan hidup.

Semua temuan itu memperkuat saran terdahulu WHO bagi perawatan dini dengan menggunakan obat tersebut bagi pasien yang memenuhi kriteria perawatan, bahkan jika tak ada konfirmasi positif flu babi A/H1N1 pada pemeriksaan, demikian isi pernyataan WHO.

ant/fid

lowongan pekerjaan
marketing, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

AGENDA PRESIDEN
Di Kampus Undip Semarang, Jokowi Buka-Bukaan soal Ambisinya…

Agenda Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Kampus Universitas Diponegoro (Undip) Semarang dimanfaatkannya untuk buka-bukaan soal ambisinya. Solopos.com, SEMARANG — Presiden Joko Widodo mengaku tidak mempermasalahkan jika ada pihak-pihak yang menyebutnya terlalu ambisius, terutama dalam menetapkan target proyek infrastruktur, termasuk pembangunan…