Sabtu, 17 Oktober 2009 18:35 WIB Solo Share :

Ratusan peternak sapi Putri Cempo terancam tutup

Solo (Espos)–Rencana pelarangan sapi-sapi masuk di tempat pembuangan akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Jebres kian membuat dua ratusan warga pemilik ternak di kawasasan tersebut pasrah. Mereka bahkan ada yang akan menjual ternak mereka lantaran mengaku tak mampu jika harus mengeluarkan biaya untuk beli makan ternak sehari-hari yang sebelumnya cukup digembalakan di TPA tersebut.

Ketua RT 06/ RW XI Kelurahan Mojosongo, Indro Suratman bahkan menegaskan, usaha peternakan warga di wilayahnya dalam waktu dekat bakal gulung tikar jika ternak warga tak oleh masuk ke TPA. Padahal, ternak sapi yang dijalankan warga selama 20-an lebih ini sudah menjadi tulang punggung kehidupan warga sehari-hari.

“Kalau ternaknya hanya dua ekor sapi, itu masih tak seberapa ruginya. Tapi kalau sudah di atas sepuluh bahkan ada juga yang sampai 40 ekor sapi, gimana lantas nasib warga nantinya,” ujarnya kepada Espos, Sabtu (17/10).

Lebih jauh, Endro mengatakan persoalan utama yang dihadapi warga di kawasan TPA Puteri Cempo selama ini ialah soal persediaan makan ternak. Bahkan, tumbuhnya usaha peternakan sapi yang sampai saat ini telah mencapai 1.200-an ekor sapi tersebut tak terlepas dari keberadaan TPA Putri Cempo yang menyediakan makanan di wilayahnya dengan sisa-sisa makanan di dalam sampah.

“Tanpa TPA Putri Cempo, mustahil akan tumbuh kawasan peternakan sapi di sana. Artinya, hidup dan matinya usaha sapi di sana ialah ada dan tidaknya TPA Putri Cempo,” tegasnya.

Dia melanjutkan, jika nantinya warga dilarang menggembalakan sapi di TPA Putri Cempo lantaran sudah dikelola investor dari Jerman, maka menurut Endro, hal itu sama halnya dengan membunuh usaha peternakan warga yang telah menjadi tulang punggung warga selama puluhan tahun ini.

asa

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…