Sabtu, 17 Oktober 2009 11:47 WIB Internasional Share :

Menteri di Maladewa gelar rapat kabinet di bawah laut

Maladewa–Menteri-menteri di Maladewa ikut ambil bagian dalam rapat kabinet bawah laut untuk pertama kalinya. Hal ini dilakukan untuk menarik perhatian pada pemahaman mengenai pemanasan global.

Pemerintah telah mengatur sebuah meja berbentuk tapal kuda di dasar laut dan mereka akan berkomunikasi satu sama lain dengan menggunakan papan putih dan isyarat tangan. Acara ini akan dipimpin langsung oleh Presiden Mohamed Nasheed yang akan diikuti total 13 pejabat, yang ikut rapat di bawah air.

Ahli selam dari militer Maladewa akan memastikan para politisi aman saat melakukan rapat. Selama dua bulan, para menteri mendapat pelatihan khusus sehingga mereka merasa yakin mengenai lokasi rapat.
“Para menteri merasa cukup nyaman di dalam air terutama mengingat mereka baru saja mulai menyelam,” kata Zoona Naseem dari Asosiasi Penyelam Maladewa.

Dari 14 anggota kabinet, tiga menteri tidak akan ikut ambil bagian dalam menyelam karena dua dari mereka mempunyai halangan medis sementara yang ketiga sedang dalam perjalanan ke Eropa.

Para politisi akan menandatangani baju selam mereka yang kemudian akan dilelang di protectmaldives.com untuk mengumpulkan dana yang akan disalurkan untuk perlindungan terumbu karang di negara kepulauan itu.

Maladewa, yang terletak di barat laut Sri Lanka, telah menjadi juru kampanye yang vokal dalam upaya menghentikan kenaikan permukaan laut. Dalam panel antar negara di PBB mengenai “Perubahan Iklim pada tahun 2007” memperingatkan bahwa kenaikan permukaan air laut antara tujuh inci sampai 24 inci pada tahun 2100. Hal ini sudah lebih dari cukup untuk menenggelamkan habitat negara ini.

Lebih dari 80 persen wilayah Maldives terdiri dari pulau-pulau karang yang tersebar beberapa kilometer di area 1.000 kilometer di sepanjang khatulistiwa. Sedang kedalamannyanya mencapai 3,3 kaki di atas permukaan laut.

tempointeraktif/fid

lowongan pekerjaan
PT SAKA JAYA ENGGAL CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…