Sabtu, 17 Oktober 2009 11:32 WIB Internasional Share :

Korsel
Korut sekap 154.000 tahanan politik

Seoul–Korea Utara hingga kini masih mengoperasikan enam kamp buruh bergaya Stalinist yang menyekap 154.000 tahanan, kata seorang anggota parlemen Korea Selatan Sabtu.

Yoon Sang-Hyun, dari Partai Grand Nasional yang berkuasa mengatakan, Korea Utara memiliki 10 kamp yang berisi sekitar 200.000 tahanan sampai pada akhir tahun 1990-an, ketika pihaknya menutup empat di antara mereka di tengah memuncaknya kecaman internasional.

“Pada saat ini, kamp-kamp itu menyekap 154.000 tehanan di enam tempat,” katanya seperti yang dikutip oleh kantor berita Yonhap.

Dia merujuk suatu laporan pemerintah yang disampaikan kepada Majelis Nasional.

Seoul dilaporkan telah mengetahui adanya kamp-kamp tersebut sejak 2005, namun tidak membeberkan informasi itu karena takut mencederai hubungan antar-Korea, kata surat kabar konservatif Dong-A.

Korea Utara membantah pihaknya memiliki tahanan politik. Media resminya mengatakan, tidak ada masalah pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di negara komunis itu, karena setiap orang “bermartabat “dan hidup bahagia.’

Para tahanan di barak-barak dilaporkan dipaksa kerja lebih dari 10 jam sehari, dan ditolak untuk mendapatkan perawatan medis. Mereka hanya menerima asupan 100-200 gram jatah makanan, sedangkan asupan pangan per kapita di Korea Utara untuk anak di bawah umur empat tahun ditetapkan 234 gram.

Para tahanan itu termasuk bukan hanya lawan politik atau orang-orang yang kalah dalam perjuangan politiknya, namun juga warga biasa yang dihukum karena membuat pernyataan yang tidak menghargai pemimpin Kim Jong-Il.

Para tahanan politik ditangkap ketika mereka sedang berusaha melarikan diri dari eksekusi umum di depan semua tahanan di tempat tersebut.

Ditambahkan bahwa para tahanan wanita, diduga seringkali diperkosa, kata harian Dong-A.

ant/fid

lowongan pekerjaan
PD.BPR BANK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…