Sabtu, 17 Oktober 2009 20:03 WIB Sragen Share :

Diduga dibunuh, warga Jenar ditemukan tewas di depan rumahnya

Sragen (Espos)–Seorang warga Dukuh Margomulyo RT 10, Desa/Kecamatan Jenar, Agus Sutrisno alias Grandong alias Wereng, 45, ditemukan tewas bersimbah darah di halaman rumahnya, Sabtu (17/10) pagi sekitar pukul 05.00 WIB. Diduga ayah dua anak ini tewas lantaran dibunuh usai menghadiri acara hajatan.

Saat ditemukan kali pertama kondisi korban mengenaskan wajahnya robek bersimbah darah. Hingga kini aparat kepolisian masih terus melakukan penyelidikan terkait motif pembunuhan tersebut.

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, korban dan sang istri, Sri Hartati, 38, awalnya diketahui tengah membantu tetangganya yang menggelar hajatan pernikahan. Korban malam itu kebagian tugas menunggu parkir sepeda motor tamu yang datang.

Korban kemudian mengantarkan istri pulang ke rumah pada tengah malam. Namun, sesampai di depan rumah ternyata kunci pintu lupa tertinggal di tempat parkiran motor. Korban kemudian kembali ke tempat jahatan untuk mengambil kunci rumah. Setelah mengantar istrinya pulang, korban bermaksud ingin kembali ke tempat hajatan yang tengah Midodareni sekaligus mengambil kunci rumah yang ketinggalan.

Diduga saat kembali ke tempat hajatan itulah terjadi percekcokan dan korban sempat dihadang oleh pelaku. Bahkan tanpa memberikan kesempatan bicara sedikitpun, pelaku yang diperkirakan mempunyai dendam langsung membabat wajah korban menggunakan parang hingga robek selebar 15 sentimeter.

Korban yang tak sempat berteriak minta tolong langsung jatuh tersungkur tak sadarkan diri.

Memastikan korban telah tewas, pelaku kemudian membuang tubuh korban begitu saja di halaman rumahnya. Kejadian itu baru diketahui sang istri saat pagi hari. Saat keluar rumah dirinya melihat suaminya tergeletak bersimbah darah. Bahkan ternyata suaminya sudah tak bernyawa lagi dengan luka mengenaskan di bagian wajah. Kontan saja, keheningan pagi itu pecah dengan jeritan pilu istri korban.

“Selama ini korban baik-baik saja dengan tetangga dan tidak pernah bertengkar, sehingga kami tidak tahu apakah kematian itu karena dendam atau bukan,” jelas Kardi tetangga korban.

Sementara pihak kepolisian Polres Sragen masih melakukan pengusutan kasus dugaan pembunuhan tersebut. Kapolres Sragen AKBP Drs Jawari SH mengatakan, secara pasti pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. Untuk memastikan siapa pelaku pembunuhan dan motifnya, kepolisian masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi di lapangan.

isw

lowongan pekerjaan
PT.MITRA PINASTHIKA MUSTIKA FINANCE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…