Sabtu, 17 Oktober 2009 20:24 WIB Pendidikan,Sukoharjo Share :

Akademisi siap bantu selidiki penyebab ambruknya tembok PT Tyfountex

Solo (Espos)–Pihak Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo siap membantu pihak kepolisian untuk mencari penyebab ambruknya tembok PT Tyfountex yang menyebabkan enam orang pekerja tewas, Sabtu (17/10).

“Kami dari kawan-kawan siap membantu untuk melakukan forensic engineering atau mencari penyebab ambruknya tembok itu,” ujar Dekan FT UNSĀ  Ir Mukahar MSCE saat dihubungi Espos, Sabtu.

Ditambahkannya, ambruknya tembok itu, banyak faktor yang mempengaruhi. Dipaparkan Mukahar, untuk tiap luasan tembok seluas 12 meter persegi diperlukan adanya pengaku dengan menggunakan kolom beton. Sehingga, tembok bisa lebih stabil. Selain itu, diperlukan sloop agar tekanan tanah menjadi stabil

“Pondasi juga harus dilihat karena melihat kondisi tanah setempat,” tandas dia.

Disamping faktor teknis, jelas Mukahar, faktor alam berupa faktor angin, juga bisa mempengaruhi kualitas tembok yang dipasang. Dalam proses memasang batu bata, tidak boleh lebih dari tiga meter dalam satu kali pasang. Hal itu dikarenakan, batas dikhawatirkan belum keras, jika memasang lebih dari tiga meter.

Sementara, hingga Sabtu malam, jumlah korban tewas bertambah satu orang. Sehingga, jumlah korban tewas akibat peristiwa itu mencapai tujuh orang.

fid

lowongan pekerjaan
Gramedia Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…