Jumat, 16 Oktober 2009 10:42 WIB Ah Tenane Share :

Milik tetangga

1610ahtenaneSore menjelang waktu buka puasa, semua karyawan sebuah perusahaan swasta di Solo sudah ngumpul di sebuah restoran terkenal, kecuali Jon Koplo yang memang datang terlambat. Sementara itu di meja makan, hidangan yang serba lezat telah tersedia, tinggal lhep.
Begitu azan Magrib berkumandang, dengan buru-buru mereka menyerbu meja prasmanan. Bahkan untuk mendapat giliran mengambil makanan pun mereka tak malu lagi untuk saling berdesakan.
Jon Koplo yang saat itu menyusul di antrean paling belakang agak ketar-ketir juga kalau-kalau tidak kebagian lauk. Setelah lingak-linguk kanan kiri, Koplo melihat hidangan lain yang juga lengkap tertata rapi di meja sebelah. ”Daripada antre lama, mending ambil yang sini saja,” pikir Koplo yang dengan cekatan langsung nyandhak piring untuk diisi.
Tapi begitu Koplo selesai mengambil nasi komplet sak lauknya, ia malah jadi bahan perhatian rombongan lain yang juga sedang melakukan buka bersama di tempat itu. Bagi rombongan Koplo sendiri, so pasti ia langsung jadi bahan tertawaan. ”Oalah Plo… Plo…! Apa kamu itu sudah benar-benar kaliren, sampai-sampai hidangan milik tetangga kamu embat juga?” celetuk Tom Gembus, salah seorang teman Koplo.
Mendengar teguran itu, Jon Koplo langsung njondhil, ”Haaah?!!! Milik tetangga?! Pantesan sepi…” batin Koplo yang mukanya langsung berubah abang ireng. Dengan menahan malu, ia segera meminta maaf kepada rombongan sebelah yang sedang menikmati kolak. ”Maaf ya, Pak, Bu, Mas, Mbak…! Saya benar-benar nggak tahu. Saya kira…”
”Nggak papa Mas, wong sudah kebacut kok. Kalau kurang, nanti boleh ambil lagi kok!” jawab salah satu pemilik hidangan itu sajak ngelulu.
Akhirnya Koplo malah nggak nafsu makan, ia masih saja klincutan menahan malu.  Kiriman Danang Uki Prabowo, Ngaglik RT 1/RW VII, Sidorejo, Bendosari, Sukoharjo 57527.

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…